Ingatkan AS, Zelensky: Terlalu percaya pada Putin bisa mengancam keamanan Timur Tengah dan Eropa

Zelensky dan PutinIstimewa

AIRSPACE REVIEW – Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskyy melayangkan kritik tajam terhadap pemerintah Amerika Serikat terkait sikap mereka terhadap pemimpin Rusia, Vladimir Putin.

Dalam sebuah wawancara baru-baru ini, Zelensky menyatakan bahwa Washington mengabaikan bukti kuat mengenai kerja sama militer antara Rusia dan Iran yang secara langsung mengancam pangkalan militer AS di Timur Tengah.

Berbicara dalam podcast The Rest is Politics bersama Alastair Campbell, Presiden Ukraina mengungkapkan informasi intelijen yang menunjukkan bahwa satelit militer Rusia telah memotret infrastruktur energi kritis di negara-negara Teluk dan Israel, serta lokasi pangkalan militer Amerika di seluruh kawasan tersebut.

Menurut Zelensky, Kremlin kemungkinan telah menyerahkan citra detail tersebut kepada Iran untuk memfasilitasi operasi militer mereka.

“Saya telah mengatakannya secara terbuka. Apakah kita mendengar reaksi dari AS kepada Rusia bahwa mereka harus menghentikannya? Masalahnya adalah mereka (AS) terlalu percaya pada Putin. Dan itu sangat disayangkan,” tandasnya.

Zelenskyy juga menyoroti langkah tim negosiasi Presiden AS Donald Trump, termasuk Steve Witkoff dan Jared Kushner.

Ia mencatat bahwa tim tersebut telah mengunjungi Moskow sebanyak lima kali dalam setahun terakhir, namun belum pernah sekalipun berkunjung ke Kyiv.

Terkait tekanan dari pemerintahan Trump agar Ukraina menyerahkan wilayah Donetsk dan Luhansk demi gencatan senjata, Zelenskyy memberikan peringatan keras.

Ia menilai pejabat Amerika gagal memahami psikologi Putin. Menurutnya, menyerahkan Donbas tidak akan mengakhiri perang, melainkan justru akan memicu pasukan Rusia untuk merangsek lebih jauh ke kota-kota besar lainnya seperti Dnipro dan Kharkiv.

Menanggapi ketidakpastian dukungan AS dan ancaman penarikan diri Washington dari NATO, Zelensky mendesak Eropa untuk segera memperkuat kekuatan militer secara mandiri.

Ia mengkritik kunjungan Wakil Presiden AS JD Vance ke Budapest untuk mengampanyekan Viktor Orbán sebagai langkah yang “tidak membantu.”

Sebagai solusi pencegahan agresi Rusia di masa depan, Zelensky mengusulkan pembentukan blok militer baru yang besar.

Blok ini diharapkan dapat menggabungkan kekuatan Uni Eropa dengan angkatan bersenjata dari Ukraina, Inggris, Turki, dan Norwegia. (RNS)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *