AIRSPACE REVIEW – Detail spesifikasi mengenai drone kamikaze terbaru Rusia, Geran-5, mulai terungkap ke publik. Meskipun sebelumnya intelijen militer Ukraina (GUR) menyebut bahwa drone ini mampu menjangkau jarak hingga 1.000 km, data terbaru menunjukkan angka yang berbeda.
Menurut informasi yang dibagikan oleh saluran Telegram “Stalin’s Falcons”, kelompok pro-Rusia yang sering meliput penggunaan operasional drone seri Geran, jangkauan nyata dari Geran-5 sebenarnya berkisar 600 km.
Meski demikian, lanjut kelompok itu, drone ini tetap menjadi ancaman serius bagi Ukraina.
Drone yang lebih sering disebut sebagai “rudal-drone” (drone missile) ini memiliki sejumlah keunggulan teknis dibandingkan pendahulunya.
Berkat penggunaan mesin jet (reaktif), Geran-5 mampu terbang dengan kecepatan lebih dari 350 km/jam.
Drone ini membawa muatan tempur dengan berat lebih dari 60 kg. Sebelumnya, beberapa sumber mengklaim berat hulu ledak mencapai 90 kg, namun data terbaru mengoreksi angka tersebut.
Untuk akurasi serangan, Geran-5 dilengkapi dengan algoritma machine vision.
Selain itu, drone ini menggunakan sistem perpindahan frekuensi kerja secara acak (pseudo-random tuning), yang membuatnya jauh lebih tahan terhadap gangguan peperangan elektronik (EW).
Kementerian Pertahanan Federasi Rusia belum memberikan pernyataan resmi mengenai penggunaan operasional Geran-5 secara luas.
Namun, sumber-sumber spesialis militer menyebutkan bahwa prototipe tempur eksperimental dari drone ini telah mulai diuji coba langsung oleh personel militer Rusia.
Kehadiran Geran-5 menandai evolusi dari seri drone Geran yang sebelumnya bertenaga baling-baling menjadi mesin jet.
Hal ini memberikan keunggulan dalam hal kecepatan reaksi dan lebih sulit bagi sistem pertahanan udara lawan untuk melakukan intersepsi. (RNS)

