Lebih efisien, Australia membatalkan pembelian kapal selam baru kelas Virginia dan menggantinya dengan unit bekas USN
US Navy AIRSPACE REVIEW – Pemerintah Australia memutuskan untuk membatalkan satu-satunya kapal selam kelas Virginia yang baru dibangun dan menggantinya seluruhnya dengan kapal selam bekas yang diambil dari armada Angkatan Laut AS (USN) yang sudah ada.
Diumumkan pada 30 Mei 2026 di Singapura, perubahan ini tetap mempertahankan jumlah kapal selam (tiga unit) yang direncanakan tetapi tetap mempertimbangkan pentingnya sisa umur reaktor dan usia platform.
Berdasarkan rencana yang diumumkan pada tahun 2023, awalnya Australia akan menerima tiga kapal selam serang kelas Virginia mulai tahun 2032, terdiri dari dua kapal bekas USN dan satu kapal selam produksi baru.
Berdasarkan pengaturan yang direvisi, ketiga kapal selam tersebut akan berasal dari inventaris USN yang sudah ada, dan pembangunan satu kapal selam baru akhirnya dibatalkan.
Keputusan ini juga mengurangi tekanan pada produksi kapal selam di galangan kapal AS, yang mengalami kesulitan menghasilkan cukup kapal selam kelas Virginia untuk memenuhi kebutuhan armada sekaligus mendukung komitmen AUKUS.
Sebagai informasi, AUKUS adalah pakta keamanan trilateral antara Australia, Inggris, dan Amerika Serikat yang dibentuk pada September 2021.
Rencananya, ketiga kapal selam bekas tersebut akan memasuki dinas oleh Angkatan Laut Australia (RAN) pada 2030-an, namun belum diketahui Virginia blok berapa yang akan diserahkan.
Diketahui USN saat ini mengoperasikan 26 kapal selam kelas Virginia yang tersebar di beberapa blok produksi dengan kemampuan dan karakteristik perawatan yang berbeda.
Kapal selam Block I mulai beroperasi pada tahun 2004, sedangkan kapal selam Block II menyusul antara tahun 2008 dan 2013.
Lalu Block III yang memperkenalkan sistem Virginia Payload Tube, menggantikan dua belas tabung peluncuran individual dengan dua tabung muatan berdiameter besar.
Block IV dirancang khusus untuk meningkatkan jumlah pengerahan yang dapat dicapai selama masa pakai kapal selam dengan mengurangi periode perawatan besar.
Sedangkan Block V memperkenalkan Modul Muatan Virginia, menambahkan empat tabung muatan besar yang mampu membawa rudal jelajah tambahan dan secara substansial meningkatkan kapasitas serangan.
RAN sendiri berencana untuk dapat mengoperasikan kapal selam bekas Virginia tersebut dengan masa pakai penuh sekitar tiga dekade atau akan tetap beroperasi hingga tahun 2060-an atau awal 2070-an. (RBS)

