Kosong tanpa pengganti: AS tarik lebih dari 1.000 prajurit dan alutsista dari Lithuania, ada apa?
US Army AIRSPACE REVIEW – Gelombang penarikan militer Amerika Serikat di wilayah Baltik mulai memicu tanda tanya besar bagi para pengamat keamanan di Eropa Timur. Lebih dari 1.000 prajurit Angkatan Darat AS (US Army) beserta seluruh alutsista dilaporkan resmi mulai meninggalkan Lithuania.
Penarikan ini menandai berakhirnya misi rotasi berkala yang dijalankan oleh unit militer AS di sana. Namun, ada satu hal yang tidak biasa kali ini: tidak ada pasukan pengganti yang langsung datang. Nah, lho..
Seperti diketahui, sejak tahun 2019, Amerika Serikat secara rutin menempatkan pasukannya di Lithuania dalam format rotational mission (misi bergilir).
Tujuan utamanya adalah untuk memperkuat lini pertahanan sisi timur NATO sekaligus memberikan efek gentar (deterrence) terhadap potensi ancaman dari Rusia.
Format ini semakin diperketat dan diubah menjadi rotasi tanpa jeda (kontinyu) setelah pecahnya perang skala penuh antara Rusia dan Ukraina pada tahun 2022.
Biasanya, sebelum pasukan lama berkemas pulang, unit pasukan baru dari AS sudah tiba di pangkalan Lithuania untuk melakukan serah terima tugas.
Namun, pada rotasi kali ini, terjadi “kekosongan” jadwal. Pasukan lama sudah mulai ditarik mundur, sementara tanggal kedatangan maupun jumlah personel dari unit rotasi yang baru masih belum diumumkan secara resmi oleh Washington.
Jeda waktu yang tidak biasa ini langsung menarik perhatian serius dari para analis militer lokal di Polandia dan negara-negara Baltik.
Respons Lithuania
Meskipun situasi ini menimbulkan spekulasi di kalangan pengamat, Pemerintah Lithuania bergerak cepat untuk meredam kekhawatiran publik.
Deividas Matulionis, Penasihat Keamanan Nasional untuk Presiden Lithuania, menegaskan bahwa hubungan komitmen pertahanan antara Vilnius dan Washington tetap solid.
Menurutnya, Amerika Serikat telah memberikan garansi penuh bahwa kehadiran militer mereka di Lithuania tidak akan dihentikan.
“Kami telah menerima jaminan yang sangat jelas dari pihak Amerika bahwa pasukan mereka telah dan akan tetap berada di Lithuania, meskipun hari ini saya belum bisa merinci jumlah pastinya,” ujar Matulionis dikutip Militarnyi.
Pihak Lithuania juga menambahkan bahwa mereka tidak melihat insiden keterlambatan rotasi ini sebagai indikasi mundurnya komitmen Amerika Serikat dalam menjaga keamanan kawasan Baltik.
Daftar yang Ditarik
Secara umum, kekuatan militer yang ditempatkan AS di Lithuania setara dengan satu kelompok batalion yang diperkuat (reinforced battalion group).
Kekuatan ini mencakup antara lain lebih dari 1.000 personel militer aktif, kendaraan tempur lapis baja, unit artileri berat, dan unit dukungan logistik dan taktis.
Penarikan pasukan dan alutsistanya mencakup kekuatan tersebut.
Hingga saat ini, publik masih menunggu kepastian dari Pentagon mengenai kapan kepastian unit baru AS akan mendarat di Lithuania, serta apakah format kekuatannya akan tetap sama atau justru mengalami pengurangan. (RNS)


Apa mungkin dialihkan ke pangkalan baru yg sdh disediakan Polandia?