Kemampuan EW meningkat, Australia mulai kerahkan pod jammer generasi terbaru pada jet Growler
Raytheon AIRSPACE REVIEW – Angkatan Udara Australia (RAAF) dilaporkan telah mulai mengerahkan sistem jammer (pengacau sinyal) generasi terbaru pada armada pesawat perang elektronik Boeing EA-18G Growler mereka.
Langkah ini menandai peningkatan signifikan dalam kemampuan pertahanan dan peperangan elektronik (EW) Australia di kawasan Asia-Pasifik.
Pod jammer buatan Raytheon, yakni AN/ALQ-249 Next-Generation Jammer – Mid-Band (NGJ-MB), terlihat telah digunakan secara operasional oleh Skadron No. 6 RAAF.
Salah satu jet tempur EA-18G Growler tertangkap kamera membawa sepasang pod ini di bawah kedua sayapnya saat berpartisipasi dalam Latihan Diamond Spear di Pangkalan Udara RAAF Williamtown, Newcastle, pada pertengahan Mei 2026.
Sistem NGJ-MB dirancang untuk menggantikan sistem jammer taktis AN/ALQ-99 lawas yang sudah digunakan sejak tahun 1971.
Dengan memanfaatkan perangkat lunak digital, teknologi electronically scanned arrays, dan pengaturan daya yang lebih tinggi, pod generasi baru ini mampu mengacaukan serta melumpuhkan sistem pertahanan udara dan komunikasi darat milik musuh secara lebih efektif.
Meski pod ALQ-249 difokuskan untuk pita frekuensi menengah (mid-band), pesawat Growler RAAF juga terlihat tetap membawa pod ALQ-99 versi lama di bagian tengah badan pesawat (centreline).
Kombinasi ini diduga kuat sengaja dilakukan untuk memastikan cakupan frekuensi yang lebih luas selama latihan taktis berlangsung.
Program pengadaan ALQ-249 merupakan hasil kerja sama jangka panjang antara Australia dan Amerika Serikat.
RAAF dan Angkatan Laut AS (US Navy) menandatangani nota kesepahaman (MoU) untuk mengembangkan kemampuan NGJ-MB bersama-sama sejak November 2017, diawali dengan investasi awal dari Australia sebesar 250 juta USD (sekitar 192 juta dolar AS).
Pada tahun 2024, Raytheon memenangkan kontrak senilai 590 juta USD untuk memproduksi 13 set pod NGJ-MB bagi kedua negara, di mana empat set di antaranya dialokasikan untuk Australia.
Kontrak produksi lanjutan senilai 580 juta USD kembali digulirkan pada Mei 2025.
Raytheon mengonfirmasi bahwa pengiriman gelombang pertama ke Australia telah berhasil dilakukan lebih cepat dari jadwal, yakni pada September 2025 lalu, dan akan terus berlanjut sepanjang tahun 2026.
Saat ini, Australia mengoperasikan total 12 unit jet EA-18G Growler dan menjadi satu-satunya negara di luar AS yang mengoperasikan jenis pesawat EW canggih tersebut.
Armada ini juga tengah menjalani program pemutakhiran menyeluruh, termasuk sensor, prosesor inti, dan tampilan kokpit baru, melalui Proyek Air 5349 Phase 6, yang berjalan selaras dengan program peningkatan Blok II milik Angkatan Laut AS. (RW)
