EA-18G Growler pertama jalani peningkatan kemampuan

AIRSPACE REVIEW (airspace-review.com) – Kantor Program F/A-18 & EA-18G (PMA-265) memulai program lima tahun Growler Capability Modification (GCM) di Naval Air Station (NAS) Whidbey Island, Washington.

Langkah ini merupakan upaya besar pertama untuk meningkatkan kemampuan EA-18G Growler dalam sejarah.

Dengan menjalani peningkatan kapabilitas dalam program GCM ini, Growler relevan untuk digunakan hingga tahun 2040.

EA-18G Growler yang merupakan varian dari F/A-18F Super Hornet, akan menjalani beberapa modifikasi, termasuk integrasi pod Next Generation Jammer Mid-Band (NGJ-MB) (AN/ALQ-249 ( V) 1).

Modifikasi fokus pada pembaruan Airborne Electronic Attack (AEA) jet dan sistem misi.

GCM akan mengintegrasikan datalink canggih dan pod NGJ-MB sehingga memberikan peningkatan yang cukup besar dalam kemampuan serangan elektronik di atas pod Sistem Jamming Taktis AN/ALQ-99 yang digunakan Growler saat ini. Alat tersebut merupakan teknologi tahun 1970-an.

GCM terdiri dari beberapa Proposal Perubahan Teknik di beberapa sistem pesawat EA-18G.

EA-18G pertama ini merupakan pesaw yang diterima Angkatan Laut AS pada 2007.

Sebelumnya tidak ada jalur modifikasi pesawat di NAS Whidbey Island, termpat EA-18G Growler bercokol.

Tim PMA-265 menggunakan tempat ini bekerja sama dengan NAS Whidbey Island. PMA-265 juga bekerja sama dengan AEA Systems Program Office (PMA-234), Wing Serang Elektronik Pasifik, Naval Surface Warfare Center Crane, Indiana, Pusat Kesiapan Armada Northwest, dan Boeing Company sebagai perusahaan mitra untuk memastikan metrik biaya, jadwal dan kinerja secara keseluruhan terpenuhi.

Tanto Eagle

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *