Pesawat C-17 Globemaster III lampaui 4 juta jam terbang di seluruh dunia

AIRSPACE REVIEW (airspace-review.com) – Pangkalan Gabungan Charleston memperingati 4 juta jam terbang pesawat angkut militer Boeing C-17 Globemaster III pada hari Jumat (15/1). Sejumlah C-17 terbang di atas Charleston, memberikan penghormatan kepada seluruh kru dan anggota di pangkalan udara tersebut.

Dalam aksinya, C-17 juga melaksanakan pengisian bahan bakar dari pesawat tanker KC-46A Pegasus.

“Sungguh luar biasa menyaksikan pengisian bahan bakar dari dekat kokpit. Kemudian kami juga memiliki kesempatan untuk menonton pengisian bahan bakar C-17 lainnya di udara sekitar 2 mil dari kami,” kata Raymond Owens, reporter News 2 melaporkan dari dalam pesawat.

Pesawat-pesawat ini merupakan bagian dari tanggung jawab Komandan 437 Airlift Wing yang mengoperasikan 40 unit C-17.

“Sebagai pilot, saya katakan ini mimpi. Saya bercanda mengatakan C-17 itu seperti eskalator di Angkatan Udara. Ini adalah Cadillac. Ini adalah pesawat besar yang dapat membawa kargo hingga 170.000 pon dan tetapi cukup gesit untuk melakukan apa yang kami butuhkan dalam lingkungan taktis,” ujar Kolonel Jaron Roux, Komandan Wing Pengankutan 437.

Empat juta jam penerbangan untuk C-17 sudah terlampaui. Para pejabat di Pangkalan Gabungan Charleston mengatakan, mereka masih menantikan jutaan jam penerbangan berikutnya di masa depan.

Berakhir di angka 279 unit

Pesawat angkut C-17 Globemaster III cukup fenomenal dan menjadi salah satu andalan USAF dalam melaksanakan misi-misi taktis maupun strategis di seluruh dunia.

Meski demikian, produksi C-17  memang sudah diakhiri oleh Boeing di angka produksi terakhir sebanyak 279 unit.

Pesawat dengan model sayap tinggi dan ekor-T ini ditenagai empat mesin turbofan Pratt & Whitney PW2040. Pesawat mampu digunakan untuk mengangkut peralatan tempur besar, pasukan, maupun barang-barang bantuan kemanusiaan ke seluruh penjuru dunia.

C-17USAF

C-17 mampu mengangkut 164.900 pon kargo dan lepas landas dari pangkalan udara dengan jarak 2.100 m.

Pesawat ini terbang menjelajah hingga 4.500 km dan bahkan bisa mendarat di lapangan terbang kecil dan keras dengan jarak 1.000 m.

Kabinnya yang luas dapat menampung tiga kendaraan tempur infanteri Stryker. Pesawat ini juga dapat memuat tank tempur utama Angkatan Darat AS, M1 Abrams.

Mencetak 33 rekor dunia

C-17 telah mencetak 33 rekor dunia untuk waktu pendakian dan lepas landas singkat serta pendaratan. Pesawat ini pernah lepas landas dalam jarak kurang dari 425 m dengan membawa muatan 20 ton serta mendarat dengan jarak 430 m.

Produksi C-17 Globemaster III terakhir, yaitu nomor pesawat 279, dilepas pada November 2015. Saat ini kurang lebih 275 C-17 yang terbang di seluruh dunia.

Pelanggan terbesar pesawat ini adalah USAF dengan 223 pesawat.

C-17 melaksanakan penerbangan perdananya pada 15 September 1991.

Pada 14 Juni 1993, pesawat produksi C-17 pertama dikirim ke Pangkalan Angkatan Udara Charleston yang sekarang menjadi Pangkalan Bersama Charleston, di Carolina Selatan.

Armada C-17 telah dilibatkan dalam berbagai misi perang di Bosnia, Operasi Angkatan Sekutu di Kosovo, Operation Enduring Freedom di Afganistan, maupun Operation Iraqi Freedom.

Selain digunakan oleh AS, C-17 juga digunakan oleh negara lain seperti Inggris, Australia, Kanada, Kuwait, Qatar, Uni Emirat Arab, India, Kanada, dan NATO.

Roni Sont

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *