Drone Leleka Ukraina dipilih menjadi drone ISR militer AS di Eropa, akan diproduksi di Ceko

Drone Leleka UkrainaVia X

AIRSPACE REVIEW – Perusahaan asal Ceko, U&C UAS, mendapatkan kontrak dari Angkatan Darat AS (US Army) untuk memasok drone pengintai bagi operasi militer AS di Eropa.

Kontrak tersebut ditandatangani dalam kemitraan dengan ATP Gov, kontraktor pemerintah AS, sebagai perantara pengadaan yang menghubungkan U&C UAS dengan pelanggan militer AS.

Keputusan itu diambil setelah US Army setelah mengevaluasi drone tersebut dalam latihan yang mensimulasikan kondisi medan perang modern yang intens.

Platform tersebut dikatakan telah menunjukkan keandalan dan efektivitas untuk misi intelijen, pengawasan, dan pengintaian (ISR) dalam pertempuran modern.

Meskipun beroperasi di Ceko sejak tahun 2022, U&C UAS sebenarnya didirikan oleh para pemilik DeViRo, yang merupakan salah satu produsen drone militer terbesar dan paling berpengalaman di Ukraina.

Sebelumnya, U&C UAS telah memproduksi keluarga drone Leleka di Ceko dan memasoknya ke Angkatan Bersenjata Ukraina.

Drone yang dipinang memang tidak diungkapkan secara gamblang. Namun diketahui bahwa DeViro memiliki dua versi utama yang dibangun berdasarkan “Leleka-100”.

Pertama adalah Stork LR atau Leleka LR, yang memiliki jangkauan komunikasi hingga 135 km dan kemampuan untuk tetap berada di udara hingga 5 jam.

Terdapat modul untuk pengawasan siang dan malam, dan drone memiliki berat lepas landas maksimum adalah 14 kg.

Opsi lain adalah Stork 1000 atau Stork 1000, yang memiliki berat lepas landas 23,5 kg, dapat berada di udara hingga 8 jam, dan memiliki jangkauan komunikasi hingga 75 km.

Selain modul siang dan malam, terdapat juga modul pencitraan termal terpisah yang dibawa oleh Stork 1000.

Dengan digunakan oleh militer AS, menjadi keberuntungan bagi Ukraina dan mitranya dari Ceko, yang akan membuka peluang untuk potensi ekspor lebih lanjut.

Kebutuhan drone ISR Angkatan Darat AS di Eropa telah meningkat secara dramatis sejak invasi skala penuh Rusia ke Ukraina pada Februari 2022,menempatkan pasukan AS pada kesiapan siaga tinggi yang berkelanjutan di sepanjang sayap timur NATO.

Pasukan darat AS yang ditempatkan di Polandia, Rumania, Jerman, dan negara-negara Baltik, membutuhkan kemampuan pengawasan udara yang berkelanjutan.

Drone ISR ini akan digunakan untuk memantau aktivitas lintas perbatasan, melacak pergerakan musuh potensial, dan memberikan perlindungan pangkalan dari ancaman serangan lawan. (RBS)

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *