Perkuat pertahanan maritim, India resmi operasikan fregat INS Taragiri dan kapal survei baru

INS TaragiriIndian MoD

AIRSPACE REVIEW – Angkatan Laut India (IN) terus memacu modernisasi kekuatan maritimnya dengan meluncurkan dan mengoperasikan sejumlah kapal perang canggih dalam sepekan terakhir.

Langkah ini merupakan bagian dari strategi “Make in India” untuk memperkuat kedaulatan di kawasan Samudra Hindia yang kian strategis.

Puncak dari modernisasi ini ditandai dengan peresmian INS Taragiri, kapal fregat siluman keempat dari Project 17A (kelas Nilgiri), di Visakhapatnam pada 3 April 2026.

Kapal berbobot 6.670 ton ini dirancang oleh Warship Design Bureau dan dibangun oleh Mazagon Dock Shipbuilders Limited (MDL).

INS Taragiri dilengkapi dengan teknologi siluman mutakhir yang mampu mengurangi jejak radar secara signifikan.

Kapal ini dipersenjatai dengan sistem rudal permukaan-ke-permukaan supersonik BrahMos, rudal pertahanan udara jarak menengah, serta sistem anti-kapal selam buatan dalam negeri.

Selain INS Taragiri, galangan kapal Garden Reach Shipbuilders & Engineers (GRSE) di Kolkata juga mencatatkan sejarah dengan menyerahkan tiga kapal perang sekaligus kepada Angkatan Laut India dalam satu hari.

Kapal pertama, Dunagiri (Project 17A). Ini adalah fregat rudal kendali canggih yang menjadi kapal kelima di kelasnya yang dikirim dalam 16 bulan terakhir.

Kapal kedua, Sanshodhak (Survey Vessel Large), adalah kapal survei hidrografi sepanjang 110 m yang dilengkapi peralatan canggih seperti kendaraan bawah air otonom (AUV) dan sonar pemindaian samping digital untuk memetakan perairan dalam dan pesisir.

Kemudian kapal ketiga adalah Agray (ASW SWC). Ini adalah kapal antikapal selam khusus perairan dangkal yang dirancang untuk meningkatkan pengawasan pantai dan kemampuan peperangan ranjau.

Menteri Pertahanan India, Rajnath Singh, menyatakan, kapal-kapal baru ini memiliki konten lokal lebih dari 75%. Hal ini menunjukkan kemajuan signifikan dalam kemandirian industri pertahanan India.

“Kapal-kapal ini memiliki kemampuan transit kecepatan tinggi dan dapat beroperasi di laut dalam jangka waktu lama. Dilengkapi dengan radar dan sonar modern, armada ini siap merespons segala bentuk ancaman di kawasan,” ujar Singh dikutip media India.

Selain fregat dan kapal survei, India juga tengah mempercepat pembangunan Next Generation Corvettes (NGC) dan kapal patroli cepat (FPV) untuk Penjaga Pantai (Coast Guard).

Peningkatan armada ini dipandang sebagai langkah krusial bagi India dalam menghadapi dinamika geopolitik dan meningkatnya kehadiran kekuatan asing di Samudra Hindia.

Persenjataan INS Taragiri

Fregat siluman Project 17A INS Taragiri dirancang dengan sistem persenjataan terintegrasi untuk menghadapi ancaman di udara, permukaan, dan bawah laut.

Sejumlah persenjataan melengkapi kapal ini. Di antaranya adalah sistem 8 sel Vertical Launch System (VLS) untuk meluncurkan rudal jelajah supersonik BrahMos untuk serangan presisi baik terhadap target kapal perang maupun target di darat.

Kemudian Barak-8 (LRSAM) dengan 32 sel VLS untuk meluncurkan rudal pertahanan udara jarak jauh (Long Range Surface-to-Air Missile). Sistem ini mampu mencegat pesawat tempur, helikopter, drone, hingga rudal anti-kapal musuh.

Ada juga sistem pertahanan jarak dekat seperti satu unit meriam Oto Melara 76 mm Super Rapid Gun Mount di bagian haluan untuk target permukaan dan udara.

Kemudian dua unit AK-630M, sistem senjata pemusnah jarak dekat (Close-In Weapon System) kaliber 30 mm sebagai lapis pertahanan terakhir melawan rudal yang datang.

Senjata lainnya adalah untuk peperangan antikapal selam (ASW) seperti dua peluncur roket RBU-6000 (RPK-8) dan dua peluncur torpedo kembar untuk menghancurkan kapal selam musuh.

Pada bagian sensor, kapal ini dilengkapi dengan radar AESA multifungsi buatan Israel, EL/M-2248 MF-STAR, yang mampu melacak ratusan target secara bersamaan dan memandu rudal Barak-8 secara presisi.

Untuk fasilitas penerbangan, kapal dilengkapi hanggar dan dek belakang yang luas bagi satu helikopter ukuran sedang, biasanya Sikorsky MH-60R Seahawk atau HAL Dhruv yang dilengkapi dengan sonar celup dan torpedo ringan untuk perburuan kapal selam. (RNS)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *