AIRSPACE REVIEW – Yang Wei, sosok kunci di balik pengembangan jet tempur siluman generasi kelima pertama China, Chengdu J-20, dilaporkan telah dihapus dari berbagai catatan resmi pemerintah dan industri.
Langkah ini memicu spekulasi luas mengenai masa depan program pesawat tempur tersebut serta dinamika internal di kepemimpinan Tiongkok.
Merujuk pada pantauan South China Morning Post, nama Yang Wei telah menghilang dari daftar pimpinan Aviation Industry Corporation of China (AVIC) sejak setahun lalu.
Baru-baru ini, namanya juga dihapus dari daftar akademisi di Chinese Academy of Sciences.
Yang Wei dikenal sebagai tokoh jenius dalam sejarah penerbangan China. Ia adalah tokoh yang sangat berpengaruh.
Menapak karier di Chengdu Aircraft Industry Group (CAIG) pada pertengahan 1980-an, Yang Wei kemudian menjabat sebagai kepala korporasi tersebut pada usia 38 tahun.
Sebelum memimpin proyek J-20, ia sukses mengelola pengembangan FC-1 Xiaolong (JF-17) dan terlibat dalam proyek J-10.
Hilangnya Yang Wei dari publik, yang diperkirakan terjadi antara musim dingin 2024 hingga awal 2025, memicu dua teori utama.
Pertama, masalah teknis dan desain J-20. Muncul spekulasi bahwa J-20 memiliki kelemahan desain yang fatal, terutama terkait fitur canard (sayap kecil di bagian depan) yang digunakan.
J-20 adalah satu-satunya pesawat generasi kelima di dunia yang menggunakan desain ini, yang oleh banyak analis dianggap mengganggu kemampuan siluman (stealth) pesawat tersebut.
Ada dugaan bahwa tingkat visibilitas radar J-20 tidak memenuhi standar jet tempur generasi kelima yang sesungguhnya. Kegagalan Yang Wei untuk memperbaiki masalah ini membuatnya kehilangan dukungan dari petinggi Beijing.
Kedua adalah dugaan korupsi dan politik internal. Teori ini berkaitan dengan kampanye antikorupsi besar-besaran yang sedang dilakukan Beijing.
Sektor industri pertahanan China belakangan ini menjadi sasaran pembersihan besar-besaran, yang seringkali digunakan sebagai alat untuk menyingkirkan lawan politik atau menyelesaikan perselisihan internal partai.
Terlepas dari semua teori konspirasi yang berkembang, faktanya produksi J-20 terus berlanjut dengan berbagai modifikasi.
Pada tahun 2022, varian J-20A dengan mesin WS-15 baru dan badan pesawat yang diperbarui sempat terlihat, dan dilaporkan mulai beroperasi pada September 2025.
Penghapusan sejarah Yang Wei dari catatan resmi menandakan adanya guncangan serius dalam industri pertahanan Tiongkok, di saat mereka tengah berupaya keras menandingi dominasi pesawat tempur F-22 dan F-35 milik Amerika Serikat.
Hilangnya Yang Wei dari daftar tokoh kedirgantaraan berpengaruh Negeri Tirai Bambu, jelas menimbulkan tanda tanya besar.
Dan tanda tanya tersebut mungkin tidak akan mendapatkan jawaban yang pasti, selain dugaan-dugaan yang terus berkembang, sampai penyebab yang sesungguhnya terkuak. (RNS)

