Oase di tengah blokade: Kapal tanker Rusia berlabuh di Kuba atas restu Trump
Via RT AIRSPACE REVIEW – Kapal tanker Rusia, Anatoly Kolodkin, akhirnya bersandar di Pelabuhan Matanzas, Kuba, dengan membawa muatan berharga sebanyak 730.000 barel minyak.
Kedatangan kapal ini menjadi pengiriman bahan bakar utama pertama sejak blokade maritim ketat diberlakukan oleh pemerintahan Presiden AS Donald Trump pada awal Januari lalu.
Gedung Putih secara mengejutkan memberikan izin khusus dengan alasan kemanusiaan mengingat Kuba sedang dilanda krisis energi yang sangat hebat.
Sekretaris Pers Gedung Putih, Karoline Leavitt, menegaskan bahwa pemberian izin ini bukanlah perubahan kebijakan Amerika Serikat secara menyeluruh terhadap Havana.
Pemerintah AS mengaku tetap mengevaluasi setiap kasus secara individual dan hanya meloloskan pengiriman ini demi memenuhi kebutuhan dasar rakyat Kuba yang kian terdesak.
Meski bantuan ini telah tiba, jumlah minyak tersebut diperkirakan hanya mampu menyambung napas energi di pulau itu selama sekitar satu minggu saja.
Kondisi di dalam negeri Kuba sendiri dilaporkan sudah mencapai titik nadir dengan jaringan listrik yang berada dalam status kritis.
Kelangkaan bahan bakar yang akut telah memaksa rumah sakit membatalkan operasi penting serta melumpuhkan total sektor transportasi publik dan pendidikan.
Bahkan, operasional di pelabuhan Mariel terhenti karena tidak ada solar untuk menggerakkan derek pembongkar kontainer bahan makanan yang sangat dibutuhkan warga.
Di tengah kekacauan tersebut, Trump sempat melontarkan komentar tajam dengan menyebut Kuba sebagai negara yang sedang hancur dan berada dalam kekacauan total.
Ia memprediksi keruntuhan sistem di pulau tersebut akan segera terjadi dan menyatakan kesiapan Amerika untuk “hadir membantu” saat momentum itu tiba.
Sementara itu, pihak Kuba membalas dengan menyebut posisi AS tidak tahu malu karena blokade tersebut dianggap sebagai akar utama penderitaan ekonomi mereka.
Pengiriman minyak oleh Anatoly Kolodkin merupakan bagian dari pergerakan dua kapal tanker Rusia yang nekad menembus sanksi internasional demi meredam krisis energi di Kuba.
Sejak pengiriman terakhir dari Meksiko pada Januari lalu, praktis tidak ada pasokan minyak baru yang masuk akibat tekanan internasional dan pembatasan maritim yang kian mencekik.
Kini, dunia menanti apakah pelonggaran satu kali ini akan menjadi pola baru atau sekadar jeda singkat di tengah perseteruan panjang kedua negara. (RNS)

