Prancis kerahkan empat helikopter serang Tigre ke Timur Tengah untuk mengatasi ancaman drone Iran
Sebastien Raffin AIRSPACE REVIEW – Prancis telah mengerahkan empat helikopter serang canggih EC665 Tigre miliknya untuk melawan ancaman pesawat nirawak di kawasan Timur Tengah.
Informasi ini diungkapkan oleh Kepala Staf Angkatan Darat Prancis Jenderal Pierre Schill pada Senin (30/3) dalam wawancara dengan Point, sebuah majalah berita mingguan terkemuka Prancis.
Pengerahan ini dilakukan karena seluruh negara sahabat Prancis di Timur Tengah, terus menerus menghadapi ancaman terutama dari drone serang satu arah yang diluncurkan oleh Iran.
Keputusan Prancis menggunakan helikopter Tigre ini adalah sebagai pertahanan antidrone yang bergerak dan hemat biaya.
Tigre/Tiger adalah helikopter serang khusus yang dirancang dan dibangun oleh Eurocopter (kini Airbus Helicopters) untuk tiga negara Eropa yakni Prancis, Spanyol, dan Jerman.
Helikopter berawak dua ini digunakan untuk misi pengintaian bersenjata, dukungan udara jarak dekat, peran antitank, dan operasi pengawalan.
Dilengkapi dengan sensor elektro-optik, sistem penargetan canggih, dan kanon 30 mm, Tigre.juga dapat diadaptasi untuk menyerang ancaman udara yang bergerak lambat dan terbang rendah seperti helikopter dan berbagai jenis drone.
Meskipun dikerahkan dalam jumlah terbatas, detasemen seperti itu dapat memberikan nilai operasional yang nyata.
Dalam lingkungan regional di mana instalasi militer, simpul logistik, pelabuhan, dan infrastruktur energi mungkin terpapar serangan drone berulang, helikopter serang dapat diandalkan untuk mengatasi ancaman tersebut.
Kehadiran Tigre ini dapat menambahkan lapisan intersepsi jarak pendek yang fleksibel, yang mampu berpindah dengan cepat antara lokasi-lokasi sensitif. (RBS)

