Rusia mengklaim pengembangan drone lautnya lebih maju daripada pengembang asing
Via X AIRSPACE REVIEW – Ilmu militer Rusia jauh lebih maju daripada pengembang asing dalam banyak hal di bidang drone angkatan laut. Hal ini dikatakan Ajudan Presiden dan Ketua Dewan Maritim Nikolay Patrushev dalam sebuah wawancara dengan Kommersant.
Disebutkan bahwa Rusia sudah menggunakan kendaraan bawah air otonom, tanpa awak, dan dioperasikan dari jarak jauh. Lembaga ilmiah serta biro desain sedang mengembangkan generasi baru teknologi semacam itu.
“Di bidang ini, ilmu militer kita tidak tertinggal; dalam banyak hal, ia lebih maju daripada pengembangan asing. Analisis pasar domestik sedang dilakukan untuk mengidentifikasi solusi yang paling menjanjikan untuk menciptakan drone laut. Perhatian juga diberikan kepada perusahaan swasta kecil, yang sejumlah di antaranya telah secara independen menciptakan prototipe yang setara dengan rekan-rekan asing,” jelas Patrushev.
Ditambahkan bahwa banyak negara berfokus pada penerapan sistem robot maritim karena konsep tradisional pembangunan kekuatan angkatan laut tidak lagi memenuhi persyaratan modern.
“Misalnya, India baru-baru ini memulai pembangunan pusat pertama untuk mengembangkan dan memproduksi platform tanpa awak canggih untuk angkatan laut dan armada sipilnya,” ujarnya.
Pernyataan Patrushev menggarisbawahi pergeseran paradigma besar dalam doktrin angkatan laut Rusia, yang kini mulai memprioritaskan sistem asimetris untuk menghadapi tantangan di Laut Hitam dan wilayah perairan lainnya.
Berdasarkan perkembangan terkini hingga Maret 2026, Rusia telah mengembangkan beberapa jenis diversifikasi teknis drone martimnya.
Rusia tidak hanya fokus pada satu jenis drone, melainkan tiga kategori utama. Pertama adalah Autonomous Underwater Vehicles (AUV). Program ini berjalan mandiri berdasarkan pemrograman prasetel.
Contoh paling ikonik dari program tersebut adalah Poseidon, torpedo nuklir raksasa yang merupakan AUV strategis jarak jauh.
Kedua, Remotely Operated Vehicles (ROV). Kendaraan ini dikendalikan operator melalui kabel atau sinyal radio, biasanya untuk tugas teknis bawah air atau pembersihan ranjau.
Ketiga, Unmanned Surface Vehicles (USV). Rusia baru-baru ini memperkenalkan GRK-700 Vizir, USV serbaguna yang mampu membawa persenjataan atau melakukan fungsi pengintaian.
Sesuai ucapan Patrushev mengenai perusahaan swasta kecil, di Rusia muncul unit-unit seperti KMZ (Kingisepp Machine-Building Plant) yang memproduksi drone laut Oskal.
Ini menunjukkan bahwa biro desain negara, seperti Rubin atau Malakhit, kini didampingi oleh manufaktur yang lebih lincah untuk mengejar ketertinggalan taktis dari pengembangan drone Ukraina, seperti Magura V5 yang sempat merepotkan Armada Laut Hitam.
Salah satu bidang di mana Rusia dianggap sangat maju adalah kemampuan sistem yang bisa beroperasi di dua media, yaitu udara dan air.
Pengembangan drone yang bisa terbang lalu menyelam, atau sebaliknya, menjadi fokus untuk menghindari deteksi radar maupun sonar tradisional. (RNS)

