Kenalkan, SCATA Mk1 APC, kembaran rantis SSE P2 Tiger dari Finlandia

SCATA Mk1 APCEDR

AIRSPACE REVIEW – Perusahaan SCATA (Sophisticated Combat Automotive and Technical Assembly) pemain baru pembuat kendaraan lapis baja asal Finlandia (dirikan pada 2025), telah memperkenalkan SCATA Mk1, yang diluncurkan pada pertengahan Maret 2026 di Kedutaan Besar Prancis di Helsinki.

SCATA sendiri tercatat menjadi produsen kendaraan lapis baja ketiga di Finlandia, dua lainnya adalah Patria dan Sisu Auto.

Dalam hal manufaktur, SCATA masih bergantung pada mitra pemasok potensial, yang mampu memproduksi sub-komponen dengan cepat dan fleksibel, mulai dari kabin lapis baja, rangkaian kabel, dan sebagainya.

Produksi SCATA Mk1 ditargetkan mencapai 60 kendaraan pertahun dan dapat ditingkatkan menjadi 100 unit bila permintaan banyak dan dibutuhkan cepat oleh pelanggan.

Disebutkan, SCATA Mk1 dirancang setelah melalui pembicaraan ekstensif dengan Angkatan Pertahanan Finlandia dan pelanggan potensial lainnya.

Varian pertama yang dikembangkan perusahaan adalah versi angkut personel (APC), dapat menampung dua awak (pengemudi dan komandan), serta delapan prajurit infanteri.di kompartemen belakang.

Semua kursi dalam kendaraan adalah tipe penyerap energi dan bagian bawah lambung kendaraan berbentuk V untuk melemahkan daya ledak ranjau.

Kendaraan menawarkan tingkat perlindungan terhadap ranjau atau bahan peledak improvisasi (IED) pada Level 2 a/b dan perlindungan balistik juga Level 2 STANAG 4569.

Varian APC ini memiliki bobot antara 13.000 kg dan 13.500 kg, sedangkan muatannya mencapai 4.500 kg.

Untuk dimensinya, SCATA Mk1 memiliki panjang 6.5 m, lebar 2.5 m, dan tinggi 2.4 m, serta jarak sumbu roda 390 cm.

Sebagai tenaga penggeraknya, SCATA Mk1 ditenagai oleh mesin diesel turbo enam silinder Cummins ISL8.9 ISLE375 Euro 3 yang menghasilkan daya 375 hp.

Kecepatan maksimum kendaraan mencapai 110 km/jam di jalan raya, dengan jangkauan operasi sekitar 750 km.

Sebagai tambahan informasi, platform yang digunakan SCATA Mk1 adalah Celeris milik Texelis asal Prancis, platform yang sama digunakan oleh INKAS M1 MRAP dari Kanada dan P2 Tiger APC yang diproduksi oleh PT SSE di Indonesia. (RBS)

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *