Mencari pengganti howitzer tarik M777, Angkatan Darat AS mengevaluasi howitzer swagerak Morana 155 buatan Ceko

Morana 155Czechoslovak Group

AIRSPACE REVIEW – Sekelompok delegasi dari Angkatan Darat Amerika Serikat (US Army) baru-baru ini mengunjungi perusahaan pertahanan Ceko Czechoslovak Group (CSG) yang dikenal juga sebagai Excalibur Army, guna meneliti potensi kerja sama pengembangan sistem artileri swagerak (SPH).

Dalam kunjungan tersebut, delegasi meninjau lokasi produksi, jalur perakitan, dan proses manufaktur, termasuk menyaksikan demonstrasi penembakan howitzer swagerak beroda Morana 155.

Demonstrasi Morana 155 ini guna memberikan gambaran langsung tentang solusi artileri beroda yang dirancang untuk penyebaran cepat dan dukungan tembakan berkelanjutan.

Diketahui, Angkatan Darat AS sedang mencari pengganti howitzer M777 yang ditarik (towed), menyusul pembatalan program Extended Range Cannon Artillery (ERCA).

Angkatan Darat kini sedang meninjau sistem artileri swagerak yang sudah diproduksi atau dikembangkan, untuk mencari solusi jangka pendek guna meningkatkan mobilitas, daya tahan, dan daya tembak.

Angkatan Darat AS sendiri bertujuan untuk memberikan kontrak untuk program howitzer swagerak barunya pada bulan Juli 2026 mendatang.

Upaya ini merupakan bagian dari inisiatif modernisasi yang lebih luas yang berfokus pada penggantian artileri tarik lama dengan platform lebih bergerak dan tahan banting.

Selain Ceko Czechoslovak Group, beberapa perusahaan penghasil SPH juga telah menawarkan produknya, termasuk Hanwha dari Korea Selatan, Rheinmetall Jerman, Elbit America, dan penawaran bersama dari Leonardo DRS dan KNDS.

Mengenai Morana 155 adalah artileri medan swagerak yang dirancang untuk memberikan dukungan tembakan tidak langsung sambil mempertahankan mobilitas tinggi.

Menggunakan platform truk militer kelas berat 8×8 produksi Tatra Ceko, sistem ini dimaksudkan untuk beroperasi di jaringan jalan dan dikerahkan dengan cepat, melaju hingga kecepatan maksimum 90 km/jam.

Sistem ini mengintegrasikan howitzer kaliber 155 mm/52 mm yang mampu menembakkan jenis amunisi standar NATO, dengan jangkauan tembak maksimum 41, km dan membawa 45 amunisi dalam misi tempurnya. (RBS)

You may also like...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *