Drone Lancet Rusia yang jatuh di Kyiv dilengkapi teknologi Barat
AFU AIRSPACE REVIEW – Drone kamikaze Lancet Rusia yang digunakan dalam serangan tanggal 16 Maret, jatuh di Kyiv dan ditemukan pasukan Ukraina. Setelah dibongkar, drone ini memiliki puluhan komponen buatan luar negeri dan telah dimodifikasi untuk mencapai ibu kota Ukraina.
Penasehat Presiden Ukraina, Vladyslav Vlasiuk, pada 18 Maret mengatakan, setidaknya 50 komponen kunci yang diidentifikasi dalam drone tersebut berasal dari berbagai negara, termasuk AS, Swiss, China, Belanda, Jerman, dan Korea Selatan.
Vlasiuk menambahkan bahwa salah satu drone jatuh di dekat Lapangan Kemerdekaan di pusat Kyiv setelah terbang ke kota dengan tenaganya sendiri.
Ditambahkan bahwa drone tersebut tersebut telah mengalami modifikasi desain untuk memperluas jangkauan operasionalnya, melampaui batasan yang diketahui sebelumnya.
Selain itu, drone ini juga berisi sistem lidar, modul kamera, unit memori tambahan, prosesor, dan kecerdasan buatan. Beberapa komponen ini diproduksi pada tahun 2023 dan 2024.
Serangan pada 16 Maret digambarkan oleh Angkatan Udara Ukraina sebagai yang tidak biasa.
Juru bicara Angkatan Udara Ukraina Yurii Ihnat tidak merinci semua aspek teknis tetapi mengindikasikan bahwa sifat serangan tersebut berbeda dari operasi drone tipikal yang diamati di Ukraina.
Laporan tambahan menunjukkan bahwa Rusia mungkin telah memodifikasi drone Lancet untuk melewati pertahanan udara Ukraina.
Drone Lancet pertama kali diperkenalkan oleh Rusia pada tahun 2019 dan telah banyak digunakan selama perang skala penuh melawan Ukraina.
Awalnya drone ini dirancang dengan jangkauan hingga 40 kilometer dan kecepatan sekitar 300 km/jam. Lancet terutama digunakan untuk serangan garis depan dan misi pengintaian. (RNS)
