Mesir meluncurkan produksi lokal K9A1 Thunder 155 SPH, lisensi dari Korea Selatan

K9A1 Thunder 155 SPHVia X

AIRSPACE REVIEW – Mesir telah meluncurkan produksi lokal untuk sistem howitzer swagerak (SPH) K9A1 Thunder 155 mm yang mendapatkan lisensi dari Hanwha Defense, Korea Selatan.

Informasi ini diungkapkan oleh akun X Egypt’s Intel Observer pada 16 Maret 2026.

Sistem artileri medan bergerak tersebut dirakit di Mesir sebagai bagian dari program kerja sama industri yang lebih luas, mencakup transfer teknologi, pelatihan tenaga kerja, dan pengembangan rantai pasokan.

Mesir memandang program ini sebagai komponen kunci modernisasi militer jangka panjang, membantu mengurangi ketergantungan pada impor asing untuk sistem utama peperangan darat.

Proses manufaktur K9A1 ini dilaksanakan oleh Pabrik Militer 200, salah satu fasilitas manufaktur kendaraan lapis baja terpenting di Mesir.

Pabrik ini awalnya didirikan untuk mendukung produksi bersama berlisensi tank tempur utama (MBT) M1A1 Abrams, Amerika Serikat dan telah berfungsi selama beberapa dekade

Kerja sama antara Mesir dan Korea Selatan di bidang artileri swagerak ii berawal dari perjanjian pertahanan besar yang ditandatangani pada 1 Februari 2022.

Kontrak senilai sekitar 1,6 miliar hingga 1,7 miliar USD tersebut disepakati antara Kementerian Pertahanan Mesir dan Hanwha Defense dari Korea Selatan, dengan dukungan dari Administrasi Program Akuisisi Pertahanan (DAPA) Korea Selatan.

Berdasarkan perjanjian tersebut selain pengadaan dan produksi lokal ratusan K9A1 SPH, juga akan memproduksi kendaraan pengisian amunisi lapis baja K10 dan kendaraan komando pengarah tembakan K11.

Salah satu elemen kunci dari perjanjian ini adalah transfer teknologi dan pengetahuan industri secara bertahap ke sektor produksi militer Mesir.

Pada gelombang awal, sistem K9A1 diproduksi di Korea Selatan, sementara kendaraan selanjutnya dirakit dan semakin banyak diproduksi secara lokal di Pabrik Militer 200.

Tingkat lokalisasi diharapkan akan terus meningkat seiring dengan bertambahnya pengalaman teknisi dan insinyur Mesir dalam proses produksi.

Mengenai K9A1 Thunder merupakan howitzer swagerak 155 mm yang dirancang untuk memberikan dukungan tembakan tidak langsung jarak jauh dan volume tinggi.

Sistem artileri ini dibangun di atas sasis beroda rantai lapis baja dengan bobot mencapai 47 ton yang diawaki lima orang.

Kendaraan digerakkan menggunakan mesin diesel MTU berdaya 1.000 hp, memungkinkannya mencapai kecepatan maksimum 67 km/jam dan jangkauan operasi 480 km.

Inti dari platform ini adalah howitzer 155 mm/52 yang mampu menembakkan amunisi artileri standar NATO. Jangkauan tembaknya mencapai 40 km dengan proyektil standar dan 56 km dengan munisi dibantu roket.

K9A1 menggabungkan sistem kontrol tembakan digital canggih dan peralatan penanganan amunisi semi otomatis, yang memungkinkan laju tembakan tinggi.

Setiap kendaraan membawa sekitar 48 butir amunisi 155 mm, memungkinkan misi penembakan yang diperpanjang tanpa dukungan logistik langsung. (RBS)

You may also like...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *