Rusia diduga sedang menggarap rudal Kh-101 versi darat: Alarm baru bagi Ukraina?

Pengebom Tu-95MS dengan rudal jelajah Kh-101Istimewa

AIRSPACE REVIEW – Ukraina menduga Rusia sedang berupaya menggarap adaptasi rudal jelajah Kh-101 agar dapat diluncurkan dari darat. Dugaan ini didasarkan karena Moskow mengalami krisis terkait pesawat pengebom strategis seperti Tu-95MS dan Tu-160.

Informasi tersebut dipublikasikan oleh saluran pemantauan Ukraina eRadar, dan dikutip Defenxe Express.

Dengan meluncurkan rudal yang diidentifikasi sebagai Kh-101P dari peluncur darat, Rusia meminimalisir terdeteksinya platform peluncuran seperti pesawat di pangkalan udara, maupun penerbangan pesawat pengebomnya itu sendiri di udara.

Sementara dengan menggunakan platform peluncuran darat bergerak, kendaraan peluncur dapat berpindah-pindah di darat atau bersembunyi di balik rindahnya pepohonan.

Sekilas, perbedaan utama antara rudal jelajah yang diluncurkan dari udara dan yang diluncurkan dari darat adalah bahwa rudal yang diluncurkan dari udara dilepaskan dari pesawat dengan kecepatan yang cukup tinggi untuk menyalakan mesinnya.

Setelah diluncurkan, rudal kemudian mengembangkan sayapnya dan melanjutkan penerbangannya secara otonom.

Sementara bila menggunakan peluncur dari darat, rudal diakselerasi dan diangkat sekitar 100 meter ke udara menggunakan pendorong bahan bakar padat, tulis publiksi tersebut.

Sekilas, modifikasi ini dapat dilakukan dengan memasang pendorong bahan bakar padat pada rudal jelajah. Namun pada kenyataannya, lebih rumit daripada yang dibayangkan.

Rudal jelajah yang diluncurkan dari udara dirancang secara struktural untuk kondisi beban tertentu, digantung dari beberapa titik pada badan pesawat dan tidak dirancang untuk menahan gaya gravitasi tinggi selama peluncuran.

Sebaliknya, rudal jelajah yang diluncurkan dari darat mengalami beban gravitasi ekstrem karena pendorong bahan bakar padatnya mempercepatnya dari nol hingga beberapa ratus km/jam dalam hitungan detik.

Terdapat perbedaan signifikan antara merancang rudal jelajah untuk menangani semua skenario peluncuran sejak awal dan mengadaptasi rudal yang sudah ada untuk kondisi peluncuran baru.

Prinsip yang sama berlaku sebaliknya; misalnya, rudal Tomahawk tidak dapat diluncurkan dari pesawat pengebom B-52.

Contoh lainnya, Tu-95MS tidak membawa rudal Kalibr karena varian Kalibr berbasis pesawat terbang merupakan pengembangan terpisah yang tidak pernah memasuki produksi massal.

Dirancang sejak awal sebagai rudal serbaguna, AGM-158C LRASM Amerika dapat diluncurkan dari pesawat terbang, kapal, atau platform berbasis darat. Meskipun varian yang diluncurkan dengan pendorong dimungkinkan, varian tersebut tidak pernah dipesan.

Mengukur segala kerumitan tersebut, timbul pertanyaan apakah Rusia mengadaptasi rudal Kh-101 yang sudah ada untuk peluncuran berbasis darat atau mengembangkan varian baru yang serbaguna untuk potensi produksi?

Pertanyaan tersebut belum terjawab, paling tidak untuk saat ini.

Tentang Rudal Kh-101

Kh-101 (NATO: AS-23A Kodiak) adalah salah satu alutsista paling canggih dan strategis dalam inventaris Angkatan Dirgantara Rusia (VKS) saat ini.

Rudal ini merupakan rudal jelajah strategis udara ke permukaan yang dirancang untuk menembus sistem pertahanan udara yang rapat.

Bodi rudal memiliki penampang radar (Radar Cross Section/RCS) yang sangat kecil. Desainnya yang pipih dan penggunaan material penyerap radar (RAM) membuatnya sangat sulit dideteksi oleh radar lawan.

Kh-101 memiliki jangkauan 5.500 km. Rudal ini memungkinan pesawat pengebom meluncurkannya dari jarak jauh di dalam ruang udara aman Rusia tanpa harus mendekati jangkauan jet tempur maupun sistem pertahanan udara lawan.

Rudal dilengkapi mesin turbofan TRDD-50A, yang biasanya menyembul keluar dari bodi setelah rudal dilepaskan dari pesawat.

Kh-101 membawa hulu ledak konvensional seberat sekitar 400–450 kg.

Rudal ini tidak hanya sekadar terbang jauh, tapi juga sangat presisi berkat kombinasi sistem navigasi berlapis, yaitu dengan Sistem Navigasi Inersia (INS) Untuk panduan dasar selama penerbangan, GLONASSuntuk koordinat posisi secara waktu nyata, Terrain Contour Matching (TERCOM), dan Digital Scene Matching Area Correlator (DSMUC) pada fase akhir.

Platform peluncur rudal Kh-101 adalah pesawat pengebom strategis seperti Tu-95MS Bear dengan kapasitas angkut hingga delapan rudal di sayap dan Tu-160 Blackjack yang mampu membawa hingga 12 rudal di dalam dua ruang bom internal (internal rotary launchers). (RNS)

You may also like...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *