Amankan stok untuk operasi jangka panjang, Israel memesan 5.000 bom GBU-39 SDB

SDB - Small Diameter BombUSAF

AIRSPACE REVIEW – Israel dilaporkan telah mencapai kesepakatan senilai 289 juta USD dengan raksasa kedirgantaraan AS, Boeing, untuk akuisisi hingga 5.000 unit GBU-39/B Small Diameter Bomb (SDB).

Langkah ini merupakan bagian dari upaya sistematis Angkatan Udara Israel (IAF) untuk membangun kembali persediaan amunisi presisi yang terkuras setelah rangkaian operasi militer berkepanjangan di berbagai front regional.

IAF mengatakan, salah satu alasan utama di balik pemilihan GBU-39 adalah efisiensi logistik di udara.

Bom ini menggunakan sistem rak pintar BRU-61/A di mana satu pesawat tempur dapat membawa empat unit SDB di titik gantung yang biasanya hanya menampung satu bom berat, seperti kelas 2.000 pon.

Bagi IAF, akuisisi ini menjadikan jet tempur dapat menyerang lebih banyak target dalam satu kali sorti terbang. Hal ini sangat krusial dalam skenario pertempuran perkotaan yang padat atau saat harus menekan banyak titik pertahanan udara dan posisi artileri dalam jendela waktu serangan yang sempit.

GBU-39 adalah amunisi berpemandu presisi kelas 250 pon yang dirancang untuk daya hancur optimal terhadap target tetap namun dengan risiko kerusakan kolateral yang lebih rendah.

Bom ini memiliki fitur unggulan, mulai dari pemandu canggih yang mengintegrasikan kombinasi INS/GPS dengan teknologi anti-jamming SAASM.

SDB mampu dilepaskan dari jarak lebih dari 60 mil laut (110 km), memungkinkan pilot menyerang dari luar jangkauan pertahanan udara lawan.

Meski ukurannya kecil, hulu ledak bom ini sanggup menembus beton bertulang baja hingga ketebalan lebih dari tiga kaki (0,9 m).

Dengan bom ini, awak pesawat dapat mengatur fuse elektronik melalui metode ledakan di udara atau penundaan langsung dari kokpit sesuai jenis target, mulai dari bunker hingga infrastruktur bahan bakar.

Mengacu pada pemberitaan Reuters, pengiriman bom ini akan akan dimulai dalam 36 bulan ke depan. Garis waktu ini mengindikasikan bahwa pembelian ini bukan merupakan paket respons terhadap perang di Iran, melainkan strategi pengisian ulang (replemishment) stok nasional.

Dengan memiliki stok SDB yang melimpah, Israel dapat menghemat bom-bom berat kelas 1.000 dan 2.000 pon untuk target yang benar-benar membutuhkan daya ledak masif atau target yang terkubur sangat dalam.

Bom SDB sudah terintegrasi penuh dalam ekosistem IAF. Pesawat F-15I Ra’am dan F-16I Sufa menjadi platform utama yang mengandalkan SDB untuk misi serangan jarak jauh.

Sinergi antara platform modern dan amunisi presisi berjumlah besar ini memastikan IAF tetap memiliki kedalaman operasional (operational depth) yang mumpuni dalam menghadapi kontingensi multi-front di masa depan.

Dengan menambah 5.000 unit SDB, Israel memastikan bahwa mereka tidak akan mengalami kelangkaan amunisi di tengah kampanye militer yang intens. (RNS)

Mungkin Anda juga menyukai

3 Respon

  1. Ampun Bg.Jago berkata:

    Mereka ingin membalas Iran secepatnya memakai jet² tempurnya.
    Ayo Iran cekik terus Israel hingga rata dfn tanah seperti di gaza !

  2. Muhamad susanto berkata:

    Nggk bisa untk stok perang jangka panjang, krn dalam waktu singkat akan kena rudal sijjil.

  3. dedi berkata:

    Sungguh mencerminkan sekali kaum ZIONIS dan GENOSIDA nya….

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *