Korea Selatan mengirimkan rudal pencegat Cheongung-II ke UEA menyusul permintaan darurat dari Abu Dhabi

Cheongung-IIDAPA

AIRSPACE REVIEW – Korea Selatan telah setuju untuk mengirimkan rudal pencegat sistem pertahanan udara Cheongung-II ke Uni Emirat Arab (UEA), menyusul permintaan darurat Abu Dhabi untuk menangkal serangan-serangan udara Iran.

Lebih dari 30 rudal pencegat untuk sistem pertahanan udara tersebut akan dikirimkan dengan pesawat angkut C-17 Globemaster III yang tiba di Korea Selatan pada hari Minggu, The Chosun Daily melaporkan.

“Menyusul permintaan mendesak dari UEA, kami telah memutuskan untuk mempercepat jadwal pengiriman sebagian dari jumlah rudal berpemandu Cheongung-II,” kata seorang pejabat pemerintah yang tidak disebutkan namanya.

UEA mengoperasikan dua baterai sistem pertahanan udara Cheongung-II sebagai bagian dari arsitektur pertahanan udara terpadu negara tersebut, selain MIM-104 Patriot buatan AS.

Permintaan awal UEA adalah untuk mempercepat pengiriman delapan sistem Cheongung-II yang tersisa yang diperoleh berdasarkan kontrak senilai 3,5 miliar USD pada tahun 2022 dengan perusahaan Korea Selatan LIG Nex1 dan Hanwha Systems.

Namun, Seoul dilaporkan tidak dapat memenuhi permintaan tersebut karena komitmen sebelumnya.

Selain UEA, Korea Selatan telah menandatangani kesepakatan bernilai miliaran dolar dengan Arab Saudi dan Irak untuk pengiriman sistem jarak menengah tersebut.

Dilaporkan bahwa sistem Cheongung-II UEA mencapai tingkat intersepsi lebih dari 96 persen terhadap ancaman yang datang.

Serangan AS dan Israel terhadap Iran terus berlanjut sejak 28 Februari hingga saat ini. Seluruh pangkalan AS di Timur Tengah menjadi target serangan balasan Iran menggunakan rudal dan drone.

Selain pangkalan udara, serangan Iran juga menyasar target infrastruktur sipil, termasuk bandara dan hotel.

Media Korea Selatan melaporkan bahwa sistem pertahanan udara dan rudal UEA menetralisir 161 rudal balistik dan 689 drone dalam tiga hari pertama serangan Iran, dengan tingkat intersepsi lebih dari 90 persen.

Dikembangkan sebagai sistem permukaan ke udara jarak menengah untuk melawan pesawat dan rudal balistik, satu baterai Cheongung-II mencakup empat peluncur, radar, dan pusat kendali tembakan.

Rudal pencegatnya yang berbobot 400 kg menggunakan mekanisme “hantam dan hancurkan” dan dapat mencegat rudal balistik pada ketinggian di atas 15 km pada jarak sekitar 20 km.

Untuk target pesawat terbang, jangkauan rudal hingga 50 km dan ketinggian pencegatan hingga 20 km. (RNS)

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *