Jet tempur F-16 Israel membawa bom presisi misterius

F-16 IAF membawa bom JDAM pembakarIAF

AIRSPACE REVIEW – Jet tempur F-16 Barak Angkatan Udara Israel (IAF) terlihat membawa dua bom JDAM seri GBU-31 seberat 2.000 pon (907 kg) dengan tanda yang tidak biasa.

IAF sempat mengunggah foto-foto tersebut melalui akun resminya di X, yang beberapa foto di antaranya kemudian dihapus.

Foto-foto tersebut melengkapi laporan misi penerbangan jauh ke wilayah Iran hingga wilayah udara di atas Teheran.

Sebuah foto memperlihatkan Komandan Pangkalan Udara Ramat David, yang hanya diidentifikasi sebagai “Kolonel A” dengan bom tersebut, tetapi tidak ada rincian khusus mengenai bom yang dibawa jet F-16.

The War Zone melaporkan, ciri khas JDAM terlihat dalam foto dengan beberapa tanda, termasuk pita merah di sekitar hidung senjata, serta sumbat hidung yang dicat merah.

Ada juga pita kuning di sekitar hidung bom yang lebih umum. Pada amunisi standar AS hal ini menunjukkan bahwa amunisi tersebut mengandung bahan peledak tinggi.

Tampilan pita merah, tulis TWZ, tidak biasa dan jarang. Berdasarkan penandaan amunisi standar AS, pita merah dapat menunjukkan muatan pembakar, sementara merah tua pada panel abu-abu menunjukkan amunisi tersebut mengandung agen iritan (pengendali kerusuhan). Sehingga, kemungkinan besar JDAM tersebut adalah jenis bom pembakar.

Salah satu dari sedikit contoh JDAM dengan muatan pembakar yang telah digunakan, adalah BLU-119/B Crash PAD (Prompt Agent Defeat).

Crash PAD dikembangkan pada tahun 2002 dan digunakan dalam Operasi Iraqi Freedom pada tahun 2003.

Senjata ini dirancang untuk menyerang persediaan senjata kimia dan biologi Irak. Hal ini dilakukan dengan menggunakan muatan gabungan sekitar 145 pon bahan peledak tinggi PBX-109 dan 420 pon fosfor putih.

Dengan cara ini, hulu ledak fragmentasi ledakan berdaya ledak tinggi menembus wadah senjata, dan hulu ledak fosfor putih akan membakar target hingga hangus. Tujuannya adalah untuk meminimalkan dampak terhadap warga sipil dan lingkungan.

Fosfor putih, hingga kini tetap menjadi senjata yang kontroversial. Terbakar pada suhu sekitar 1.500 derajat Fahrenheit (815 C), fosfor putih dapat menyebabkan cedera yang mengerikan. Penggunaannya di daerah padat penduduk melanggar hukum internasional. (RNS)

Mungkin Anda juga menyukai

1 Respon

  1. Chimpunk berkata:

    Fpsfpr putih bukannya pernah diginakan Israel, Russia dan AS?

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *