India akan membeli 60 drone tempur siluman Ghatak buatan dalam negeri untuk serangan jarak jauh otonom

GhatakDRDO

AIRSPACE REVIEW – Dewan Pengadaan Pertahanan India pada 3 Maret 2026 telah merekomendasikan kepada Kementerian Pertahanan India untuk mengakuisisi 60 jet tempur nirawak (UCAV) Ghatak buatan dalam negeri.

Proposal tersebut kini diteruskan ke Dewan Akuisisi Pertahanan, yang diketuai oleh Menteri Pertahanan Rajnath Singh, untuk persetujuan sebelum keputusan pengadaan diselesaikan.

Drone tempur siluman ini sedang dikembangkan oleh DRDO (Defence Research and Development Organisation) untuk misi serangan jarak jauh dan operasi terkoordinasi dengan jet tempur berawak Angkatan Udara India.

Ghatak mengadopsi desain sayap terbang (Flying Wing) untuk mengurangi deteksi radar dan meningkatkan efisiensi aerodinamis.

Desain ini juga menghilangkan permukaan ekor konvensional, yang menurunkan pantulan radar dan memungkinkan drone untuk menembus wilayah udara yang dilindungi oleh jaringan radar dan sistem rudal pertahanan udara.

Ruang senjata internal (IWB) dapat menampung rudal, bom, dan amunisi berpemandu presisi. Senjata tersebut untuk penghancuran pertahanan udara musuh.dan serangan terhadap infrastruktur strategis seperti pusat komando atau instalasi radar.

Dengan berat lepas landas maksimum (MTOW) sekitar 15 ton,Ghatak direncanakan menggunakan mesin turbofan Kaveri buatan dalam negeri yang menghasilkan daya dorong sekitar 52 kilonewton (kN).

Sistem onboard pada pesawat mencakup komputer misi, radar pengendali tembakan, peralatan identifikasi kawan atau musuh, sistem penghindaran tabrakan, dan tautan data yang aman.

Navigasi otonom, manajemen misi, dan fusi sensor merupakan elemen sentral dari arsitektur drone.

Sistem-sistem ini memungkinkan Ghatak untuk mendeteksi, melacak, dan menyerang target tanpa kendali pilot langsung sambil tetap terhubung ke jaringan komando. (RBS)

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *