Bulan depan Angkatan Laut AS akan meresmikan kapal perusak kelas Arleigh Burke ke-74, USS Harvey C. Barnum Jr

USS Harvey C Barnum JrUS Navy

AIRSPACE REVIEW – Angkatan Laut AS (USN) tengah mempersiapkan pengoperasian kapal perusak rudal berpemandu kelas Arleigh Burke ke-74, yang diberi nama USS Harvey C. Barnum Jr. (DDG-124).

Kapal tersebut dilaporkan telah meninggalkan galangan General Dynamics Bath Iron Works pada 4 Maret 2026 dan menuju Pangkalan Angkatan Laut Norfolk, menjelang penugasan resminya pada 11 April 2026.

Pengembangan DDG-124 berawal dari program pengadaan multi tahun untuk kapal perusak kelas Arleigh Burke. Kontrak diberikan pada 3 Juni 2013 senilai 644,3 juta USD.

Kegiatan konstruksi kapal dimulai dengan peletakan lunas pada 6 April 2021, di galangan kapal Bath Iron Works, diikuti oleh peluncuran pada 27 September 2023.

Kapal perusak ini dinamai menurut nama pensiunan Kolonel Korps Marinir Amerika Serikat Harvey C. Barnum Jr., yang menerima Medali Kehormatan atas tindakannya selama Perang Vietnam.

Kala itu, Barnum Jr., mengambil alih komando kompinya, mengumpulkan Marinir yang tersebar di bawah tembakan hebat, dan memimpin serangan terhadap posisi musuh selama Pertempuran Ky Phu pada Desember 1965.

Kapal perusak USS Harvey C. Barnum Jr. memiliki konfigurasi Flight IIA, yang memperkenalkan beberapa perubahan struktural dan operasional dibandingkan dengan kapal Flight I dan Flight II sebelumnya.

Panjang lambung konfigurasi Flight IIA meningkat dibandingkan dengan varian sebelumnya untuk mengakomodasi fasilitas penerbangan dan modifikasi internal lainnya.

Buritan kapal mampu menampung dua helikopter Sikorsky MH-60, memungkinkan perluasan peperangan antikapal selam dan operasi pengawasan maritim.

Untuk spesifikasinya, DDG-124 ini memiliki bobot penuh 9.217 ton, panjang keseluruhan 156 m, dan lebar 20 m, dan menampung sekitar 380 orang ABK.

Penggeraknya menggunakan empat turbin gas General Electric LM2500 yang menghasilkan daya gabungan 100.000 hp, memungkinkan kecepatan maksimum 31 knot (57 km/jam).

Konfigurasi persenjataan kapal menggabungkan sistem rudal, meriam, dan antikapal selam yang terintegrasi dengan sistem tempur Aegis (ACS).

Persenjataan depan mencakup meriam laut kaliber 127 mm Mk 45 Mod 4 yang mampu menyerang target permukaan, target pantai, dan ancaman udara tertentu.

Untuk pertahanan jarak dekatnya disediakan oleh satu sistem Phalanx didukung oleh dua sistem senapan mesin Mk 38 25 mm dan empat senapan mesin berat kaliber 12,7 mm yang digunakan untuk perlindungan terhadap ancaman permukaan kecil.

Kapal perusak canggih ini dibekali sistem peluncuran vertikal (VLS) Mk 41 yang terdiri dari satu modul 32 sel dan satu modul 64 sel dengan total 96 sel peluncur rudal.

Sel-sel tersebut dapat meluncurkan rudal permukaan ke udara RIM-66M dan RIM-156, rudal ERAM Standar RIM-174A, rudal antibalistik RIM-161, rudal Sea Sparrow Evolved RIM-162.

Lalu rudal jelajahBGM-109 Tomahawk untuk misi serangan darat, dan roket antikapal selam ASROC peluncuran vertikal RUM-139.

Tersedia juga dua dudukan tabung torpedo tiga laras Mark 32 memungkinkan peluncuran torpedo ringan Mark 46, Mark 50, dan Mark 54 menghadapi ancaman bawah air atau kapal selam. (RBS)

You may also like...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *