Rudal jelajah udara baru Rusia Izdeliye 30 teridentifikasi dari puing-puingnya di Ukraina
GUR AIRSPACE REVIEW – Rusia diketahui telah menggunakan jenis rudal jelajah udara baru dalam perangnya di Ukraina. Rudal yang disebut Izdeliye 30 diidentifikasi berdasarkan analisis puing-puing yang ditemukan.
Direktorat Utama Intelijen (GUR) Kementerian Pertahanan Ukraina merilis informasi tentang rudal baru tersebut kepada publik. GUR memastikan, rudal ini telah digunakan Rusia dalam perang sejak akhir tahun lalu.
Rudal ini, kata GUR, memiliki sayap lipat dengan bentang sekitar 10 kaki, hulu ledak seberat 1.760 pon, dan jangkauan setidaknya 930 mil (1.496 km).
Rudal ditenagai oleh mesin turbojet kompak baru yang mampu memberikan kecepatan jelajah hingga 450 mil per jam.
Rudal buatan Biro Desain Zvezda ini memiliki kemiripan permukaan dengan rudal jelajah antikapal Kh-35 (NATO: SS-N-25 Switchblade).
Beberapa komponen pada Izdeliye 30 dikatakan GUR identik dengan yang digunakan pada rudal jelajah udara Kh-35U (NATO: AS-20 Kayak), termasuk bagian dari sistem pneumatiknya.
Sementara itu, antarmuka pesawat mirip dengan yang digunakan untuk meluncurkan rudal jelajah udara ‘warisan’ Kh-101, Kh-55, dan Kh-555 dari pesawat pembom strategis seperti Tu-95MS Bear-H dan Tu-160 Blackjack.
Komponen lain dalam rudal tersebut tampaknya telah digunakan kembali dari senjata yang sudah ada, mengurangi biaya dan kompleksitas serta mempercepat pengembangan.
Sistem navigasi satelit mencakup penerima sinyal satelit tahan gangguan yang dikombinasikan dengan penerima satelit digital, menurut GUR.
Sistem navigasi terintegrasi dengan sistem kontrol penerbangan menggunakan teknologi yang sama seperti yang ditemukan pada bom udara berpemandu Rusia.
Direktorat intelijen juga mencatat bahwa komponen dari sistem navigasi bersumber dari produsen asing di Tiongkok, Belanda, Swiss, dan Amerika Serikat.
Keberadaan Izdeliye 30 juga telah dikonfirmasi oleh lembaga think tank Center for Analysis of Strategy and Technologies (CAST) yang berbasis di Moskow.
CAST menilai bahwa senjata baru ini dimaksudkan sebagai alternatif yang lebih murah dan sederhana dibandingkan rudal jelajah yang diluncurkan dari udara yang biasa digunakan oleh pesawat pembom Tu-95MS dan Tu-160, yaitu Kh-101 dan Kh-555 (Kh-55 membawa hulu ledak nuklir).
Dibandingkan dengan rudal jelajah konvensional Rusia yang diluncurkan dari udara, Izdeliye 30 juga memiliki hulu ledak yang lebih kuat, kata CAST dikutip oleh The War Zone.
Kh-101 (NATO: AS-23A Kodiak) adalah rudal jelajah subsonik modern dan siluman, dengan jangkauan maksimum yang dilaporkan antara sekitar 1.870 dan 2.480 mil.
Menurut GUR, Kh-101 memiliki hulu ledak seberat sekitar 880 pon, kira-kira setengah ukuran hulu ledak yang diduga dipasang pada Izdeliye 30. (RNS)
