Uruguay menerima dua pesawat A-29 Super Tucano pertamanya
Embraer/FAU AIRSPACE REVIEW – Uruguay telah menerima dua pesawat serang A-29 Super Tucano pertamanya dari industri dirgantara Brasi, Embraer. Montevideo membeli enam pesawat ini untuk memperkuat Angkatan Udara Uruguay (FAU). Selain pesawat, Uruguay memperoleh dukungan logistik terintegrasi, sistem misi, dan simulator.
Setelah bertahun-tahun beroperasi dengan sumber daya terbatas, FAU kini memiliki platform modern yang mampu melaksanakan misi pengawasan bersenjata, mencegat penerbangan ilegal, dan melindungi perbatasan negara yang sensitif.
Bosco da Costa Júnior, Presiden dan CEO Embraer Defense & Security mengatakan, Super Tucano adalah pesawat multmisi yang mewakili pencapaian signifikan dalam sejarah FAU. Pesawat ini akan memperluas kemampuan operasionalnya dengan cara yang belum pernah dimiliki FAU sebelumnya.
Dengan akuisisi ini, Uruguay bergabung dengan lebih dari dua puluh angkatan udara yang mengoperasikan Super Tucano di seluruh dunia.
A-29 memperkuat posisinya sebagai salah satu platform multimisi yang paling banyak digunakan dalam kategorinya.
Pesawat ini mendapatkan pengakuan internasional atas efisiensinya dalam operasi dunia nyata di Amerika Latin, Afrika, dan Asia.
Super Tucano banyak digunakan dalam misi pemberantasan narkotika, patroli udara, dan dukungan udara jarak dekat, dengan mempertahankan tingkat ketersediaan operasional yang tinggi.
Sementara itu, Panglima Angkatan Udara Uruguay Jenderal Udara Fernando Colina mengatakan, FAU memulai sejarah baru dengan datangnya A-29 Super Tucano. Proses modernisasi FAU telah lama ditunggu-tunggu dan kini tercapai.
Awalnya dirancang sebagai pesawat latih tingkat lanjut, A-29 telah berevolusi selama bertahun-tahun untuk memenuhi tuntutan operasional yang semakin kompleks.
Pesawat ini menggabungkan avionik digital, antarmuka manusia-mesin modern, dan sistem penunjuk target yang meningkatkan kesadaran situasional pilot, memungkinkannya untuk melaksanakan misi intelijen, pengawasan, dan pengintaian bersenjata dengan presisi.
Struktur pesawatnya yang kokoh, yang telah terbukti melalui ratusan ribu jam terbang di seluruh dunia. (RNS)
