“Belanja Mimpi” Zelensky untuk mengakuisisi 150 Gripen dan 100 Rafale F4: Ini adalah pesawat terbaik di dunia!

Zelensky menyatakan akan membeli 150 Gripen dan 100 Rafale F4Istimewa

AIRSPACE REVIEW – Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky kembali menegaskan komitmen negaranya untuk mengakuisisi 150 jet tempur Gripen dari Swedia dan 100 jet tempur Rafale F4 dari Prancis dalam upaya membangun Angkatan Udara Ukraina modern dan kuat.

Pengumuman itu disampaikan Zelensky dalam kunjungannya ke Institut Penerbangan Kyiv, pada 8 Februari 2026.

Dikatakan bahwa modernisasi penerbangan militer Ukraina telah menjadi prioritas utama dalam menghadapi perang dan membangun kembali kemampuan strategis nasional.

“Ukraina saat ini memiliki perjanjian untuk pengiriman 150 pesawat militer Gripen dan 100 pesawat Rafale. Kami menilai ini adalah pesawat terbaik di dunia!” ujarnya.

“Saat ini kita lebih fokus pada penerbangan militer. Itu benar. Penerbangan sipil sangat penting. Itu juga benar,” lanjutnya.

Nantinya, Gripen dan Rafale akan menambah armada modern Angkatan Udara Ukraina yang saat ini diperkuat jet F-16 dan Mirage 2000 sumbangan dari sekutu.

Target pengadaan sekitar 250 pesawat canggih bagu, tandas Zelensky, mencerminkan upaya Ukraina untuk secara bertahap mengganti pesawat era Soviet dan memperluas interoperabilitas dengan negara-negara NATO. Aset-aset ini menjadi fundamental bagi masa depan pertahanan Ukraina.

Kesepakatan terkait pengadaan jet tempur Gripen mulai terbentuk pada Oktober 2025, ketika Zelensky menandatangani surat pernyataan niat di Swedia untuk mengakuisisi antara 100 dan 150 jet tempur ini, dan kini dipastikan sebanyak 150 unit.

Sementara inisiatif dengan Prancis muncul setelah pertemuan dengan Presiden Emmanuel Macron. Tidak hanya berencana mengakuisisi hingga 100 jet tempur Rafale F4, Ukraina juga akan melakukan pengadaan sistem pertahanan udara SAMP-T, radar, dan peralatan militer lainnya.

Pengiriman sistem persenjataan tersebut diharapkan dapat terlaksanakan dalam beberapa tahun mendatang.

Belanja Mimpi

Perang Rusia-Ukraina yang telah berlangsung selama empat tahun sejak Februari 2022, telah memberikan pelajaran yang sangat besar bagi Zelensky untuk membangun ulang kekuatan udara negaranya, termasuk dalam hal ini pengadaan jet tempur.

Menghadapi Rusia dengan kekuatan besarnya, selama ini Ukraina mampu bertahan dan kadang menyerang balik Rusia, karena mendapatkan pasokan sistem persenjataan yang masif dari negara aliansi NATO plus Amerika Serikat.

Namun ke depan, Zelensky tentu menyadari bahwa cara seperti ini (hanya mengharapkan bantuan militer dari Barat), tidak akan membuat Ukraina kuat secara mandiri.

Rencana pengadaan 250 jet tempur baru dari Swedia dan Prancis, adalah “Belanja Mimpi” Zelensky selama ia masih dipercaya warganya untuk memimpin Ukraina. Zelensky tidak mau membuang momentum di mana ia harus berani mengambil keputusan besar.

Jat tempur Saab Gripen, khususnya generasi terbaru yang canggih, yaitu Gripen E/F, akan menjadi pedang gerilya di langit Ukraina. Pesawat ini dapat diandalkan untuk melaksanakan patroli udara sekaligus menjalankan misi pemukulan jarak jauh.

Gripen E/F adalah jet tempur generasi 4,5 yang dilengkapi sistem avionik, sensor, dan persenjataan jarak jauh yang mumpuni, termasuk rudal udara ke udara beyond visual range (BVR), MBDA Meteor.

Saab mengatakan, jet Gripen bisa dirawat oleh tim kecil teknisi dengan peralatan minimal, cocok untuk kondisi perang yang dinamis.

Biaya operasional per jam terbang Gripen diklaim jauh lebih murah dibandingkan jet tempur Barat lainnya seperti F-16 atau Rafale.

Akan halnya Rafale F4, sang predator omnirole, juga merupakan jet tempur generasi 4,5 yang kini banyak diakuisisi oleh berbagai negara.

Varian F4 diklaim Dassaut sebagai standar terbaru Angkatan Udara dan Antariksa Prancis, di mana pesawat telah dilenkgapi teknologi creme de la creme Prancis yang kuat dan canggih.

Rafale dilengkapi sistem Spectra yang sangat mumpuni dalam melakukan peperangan elektronik (jamming) untuk mengecoh pertahanan udara Rusia.

Pesawat ini juga mampu mengusung rudal Meteor, yang dianggap sebagai rudal udara ke udara terbaik di Barat saat ini di samping pesenjataan lainnya seperti rudal jelajah jarak jauh SCALP untuk serangan udara ke darat.

Berbeda dengan Gripen yang lebih ringan, Rafale adalah “kuda beban” yang bisa membawa banyak amunisi untuk misi serangan darat maupun maritim.

Di sisi yang lain, Ukraina ke depan, tentu juga menghadapi tantangan untuk mengoperasikan dua jenis pesawat canggih baru sekaligus, ditambah F-16 dan Mirage 2000 yang juga merupakan pesawat tempur baru bagi Ukraina.

Semua ini tentu membutuhkan proses, waktu, dan biaya yang besar serta kesiapan sumber daya manusianya.

Lebih dari semua hal, jika diimplementasikan sepenuhnya, program akuisisi 250 jet tempur baru oleh Ukraina, akan menjadi program pengadaan senjata terbesar bagi Kyiv, sekaligus upaya untuk “cuci gudang” teknologi Soviet/Rusia yang selama beberapa dekade menjadi andalan Ukraina. (RNS)

Mungkin Anda juga menyukai

3 Respon

  1. Bocil Free Fire berkata:

    Pemimpin boneka yang hanya menambah hutang negarnya sehingga menjerat rakyat dan berakhir denga kekayaan alamnya yang di keruk oleh Negara luar sebagai jaminan

    • Erick berkata:

      Ente orang luar kok merasa lebih tahu? kocak sekali, rakyat Ukraina yang memilih Zelensky sbg pemimpinnya. Kalau ente memuja Putin berarti ente mendukung penjajahan.

      • Kim Seng berkata:

        Negara si Putin penjajah? bandingkan dengan barat, Inggris, belanda, perancis, spanyol, jerman, Portugis, usa silahkan hitung negara jajahan mereka sejak zaman dulu hingga sekarang

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *