UAC mengirimkan dua jet tempur Su-57 baru yang telah ditingkatkan kepada Kemhan Rusia, ini bocoran kemampuannya

Awal 2026 UAC mengirimkan dua Su-57 terbaru yang telah ditingkatkan ke VKSUAC

AIRSPACE REVIEW – Di awal tahun 2026 ini, United Aircraft Corporation (UAC), bagian dari perusahaan negara Rusia Rostec, kembali mengirimkan dua jet tempur generasi kelima Su-57 (NATO: Felon) kepada Kementerian Pertahanan Rusia, untuk selanjutnya digunakan oleh Angkatan Dirgantara Rusia (VKS). Ini adalah pengiriman batch pertama Su-57 di tahun ini.

Perusahaan memuji pesawat karena kemampuannya untuk beroperasi di medan tempur, meskipun ada gangguan dan pertahanan udara musuh.

Su-57 menjadi jet tempur generasi kelima di dunia yang telah dikerahkan langsung dalam pertempuran udara sesungguhnya.

Dalam rilisnya pada 9 Feberuari, Rostec mengatakan bahwa pesawat-pesawat Su-57 yang dikirimkan UAC kali ini adalah versi yang telah ditingkatkan sistem persenjataannya. Namun Rostec tidak merinci lebih detail mengenai peningkatan dimaksud.

Perlu dicatat bahwa Su-57 versi terbaru memiliki sejumlah modifikasi, termasuk tampilan head-up display (HUD) baru, seperti ditampilkan sebelumnya di Dubai Airshow 2025, serta sensor peringatan rudal samping tambahan.

Sensor peringatan rudal samping tampaknya merupakan bagian dari 101KS-U, yang mendeteksi cahaya ultraviolet yang dipancarkan oleh peluncuran rudal.

Sensor tersebut merupakan bagian dari sistem elektro-optik 101KS “Atoll” Su-57, yang mencakup pencarian dan pelacakan inframerah 101KS-V, dan penanggulangan inframerah terarah 101KS-O.

Beragam Peningkatan Su-57 Lainnya

Mengacu pada ulasan megnenai Su-57 versi terbaru Airspace Review dari Dubai Airshow, Su-57 segera menggunakan mesin baru 177S (Izdeliye 177S) sebagai mesin baru jet tempur generasi kelima Rusia.

Mesin tersebut memberikan daya dorong lebih besar, sekitar 14.500 kgf, efisiensi bahan bakar yang lebih baik, dan kemampuan supercruise atau terbang supersonik tanpa afterburner yang lebih stabil.

Keunggulan lain dari penggunaan mesin ini, menjadikan pesawat jadi lebih lincah dan sulit dideteksi karena jejak panasnya (inframerah) lebih kecil dibandingkan mesin lama AL-41F1.

Pada Su-57 versi terbaru, Rusia juga mulai mengintegrasikan rudal-rudal yang tadinya hanya bisa dibawa oleh pesawat besar seperti pengebom strategis. Persenjataan ini kemudian dibawa di internal weapons bay Su-57 untuk mempertahankan karakter siluman pesawat.

Rudal-rudal tersebut di antaranya adalah rudal Grom-E1 dan Grom-E2, yaitu rudal hibrida antara rudal dan bom pintar yang bisa menjangkau target hingga 120 km dengan daya ledak tinggi.

Su-57 baru juga dilengkapi dengan rudal jelajah baru Kh-69. Rudal jelajah siluman baru ini yang dirancang khusus untuk menyerang target darat dengan presisi tinggi.

Ada juga varian dari rudal hipersonik Zircon atau Kinzhal versi ini yang dirancang agar bisa dibawa dalam ruang senjata internal Su-57.

Peningkatan Su-57 lainnya adalah pada avionik dan integrasi ecerdasan buatan (AI). Pesawat dilengkapi dengan sistem fusi data yang lebih canggih.

Dengan bantuan AI, sistem komputer Su-57 lebih aktif membantu pilot dalam mengambil keputusan, mulai dari navigasi hingga memilih target prioritas di tengah gangguan sinyal (jamming).

Pesawat juga dilengkapi dengan radar AESA N036 Byelka, yang memungkinkan Su-57 mendeteksi target lebih jauh, termasuk kemampuan mendeteksi pesawat siluman musuh dari berbagai sudut, karena adanya radar tambahan di bagian samping pesawat tadi.

Su-57 juga diintegrasikan dengan drone loyal wingman-nya, yaitu drone S-70 Okhotnik-B. Pilot Su-57 bisa mengendalikan drone penyerang dari jarak jauh untuk menyerang area pertahanan udara yang sangat berbahaya tanpa harus mempertaruhkan pesawat utamanya. (RNS)

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *