AIRSPACE REVIEW – Untuk pertama kalinya, Rusia memperkenalkan sistem peluncur roket multilaras (MLRS) Sarma di World Defense Show 2026 (WDS 2026), yang berlangsung di Riyadh, Arab Saudi pada 8-12 Februari. Sistem roket artileri ini ditawarkan untuk negara-negara di kawasan Timur Tengah.
Sarma tergolong produk baru, prototipe pertamanya diperlihatkan pada publik pada September 2025. Proyeknya mulai dikerjakan oleh Pabrik Motovilikha pada tahun 2022.
Pengembangan Sarma diambil setelah mempelajari penggunaan sistem MLRS berat di medan perang Ukraina. Pasukan Rusia membutuhkan sistem lebih ringan dan lincah, yang juga dapat dibekali roket berpemandu.
Tidak seperti peluncur 12 tabung roket 300 mm seperti Smerch atau Tornado-S, maka Sarma mengadopsi ukuran peluncur lebih sedikit (enam tabung), agar lebih ringan, lebih lincah bermanuver, dan pengisian ulang lebih cepat.
Sistem baru ini dirancang untuk beroperasi lebih dekat ke garis depan medan perang dibandingkan dengan platform MLRS berat konvensional sebelumnya.
Bobotnya yang ringan dan arsitektur lebih ringkas, mendukung relokasi cepat setelah penembakan, yang memungkinkan peluncur untuk membatasi paparan terhadap tembakan balasan artileri lawan.
Sarma dirancang untuk melakukan serangan artileri berdurasi singkat dan serangan presisi terhadap target bernilai tinggi.
Termasuk menjadi sasarannya adalah pos komando, lokasi penyimpanan amunisi, simpul logistik, jembatan, depot BBM, dan posisi artileri musuh.
Kemampuannya menembakkan roket berpemandu memungkinkan sistem ini untuk menyerang target titik, sementara amunisi konvensional tanpa pemandu mempertahankan opsi untuk tembakan saturasi area bila diperlukan.
Modul peluncur Sarma terdiri dari enam tabung 300 mm dipasang di bagian belakang truk KamAZ-63501 berpenggerak 8×8, yang terkenal tangguh di segala medan.
Peluncurnya mendukung mode penembakan tunggal, beruntun, dan salvo penuh. Disebutkan, salvo enam putaran lengkap dapat ditembakkan dalam waktu kurang dari 20 puluh detik saja.
Sarma kompatibel dengan seluruh keluarga roket 300 mm Rusia yang dikembangkan untuk sistem Smerch dan Tornado-S.
Roket seri 9M55 tanpa pemandu memberikan jangkauan antara 20 dan 70 km, sementara jenis tanpa pemandu lainnya seperti 9M528 dan 9M531 dilaporkan mencapai jarak 90 km.
Sedangkan untuk amunisi berpemandu, termasuk 9M542, 9M544, dan 9M549, memperluas jangkauan tembak efektifnya hingga sekitar 120 – 130 km, dengan menggunakan navigasi inersia yang dikombinasikan dengan koreksi satelit melalui GPS dan GLONASS.
Berdasarkan laporan media Rusia, sistem Sarma diperkirakan akan mulai beroperasi dalam jumlah terbatas pada tahun 2026 ini. Di mana Sarma akan melengkapi dan bukan menggantikan unit Tornado-S yang lebih berat. (RBS)

