AIRSPACE REVIEW – Pada gelaran World Defense Show (WDS) 2026 di Riyadh, Arab Saudi pada 8-12 Februari, HD Hyundai Heavy Industries dari Korea Selatan menawarkan fregat HDF-6000 sebagai kapal perang permukaan masa depan untuk Angkatan Laut Kerajaan Arab Saudi.
HD Hyundai tidak hanya menjual kapalnya saja, tetapi juga menawarkan kerangka kerja sama untuk konstruksi lokal dan partisipasi teknologi yang selaras dengan ambisi Arab Saudi guna memperluas produksi pertahanan dalam negerinya.
HDF-6000 merupakan fregat multimisi kelas 6.000 – 6.500 ton yang dirancang untuk operasi di perairan lepas dalam jangka waktu lama, sekitar 45 hari atau jangkauan pelayaran 7.000 mil laut. Kecepatan maksimumnya 29 knot (53 km/jam).
Kapal memiliki panjang keseluruhan 150 m, lebar 17,4 m, dan draft 5,1 m serta menampung hingga 110 personel.
Sistem propulsi ditawarkan dalam konfigurasi yang dapat dipilih. Konfigurasi dasar adalah CODLOG, yang menggabungkan turbin gas dan motor propulsi listrik untuk menyeimbangkan kinerja kecepatan tinggi dengan pelayaran yang efisien.
Konfigurasi CODOG tersedia sebagai alternatif. Dengan paket permesinan terdiri dari dua turbin gas, dua motor propulsi, dan empat set generator diesel yang memasok daya listrik untuk sistem kapal dan kebutuhan propulsi.
Profil misi HDF-6000 mencakup seluruh spektrum peperangan maritim. Kapal dirancang untuk melakukan tugas-tugas antiudara, antikapal selam, antikapal permukaan, peperangan elektronik, dan peperangan asimetris.
Di luar operasi tempur, fregat juga digunakan mendukung patroli maritim, perlindungan jalur komunikasi laut, bantuan kemanusiaan dan penanggulangan bencana, diplomasi angkatan laut, serta tugas pencarian dan penyelamatan (SAR).
Untuk sistem persenjataannya, kapal dilengkapi dengan sistem peluncuran vertikal (VLS) yang terdiri dari 48 sel untuk rudal antipesawat. Untuk peperangan permukaan, kapal membawa dua set peluncur miring, masing-masing menampung empat rudal antikapal.
Lalu sebuah meriam laut utama 76 mm dipasang di bagian depan, sementara perlindungan jarak dekat dilengkapi dengan kanon otomatis kaliber 35/40 mm.
Lapisan pertahanan tambahan mencakup dua stasiun senjata kendali jarak jauh dengan kanon 20 mm dan empat posisi senapan mesin berat 12,7 mm yang dimaksudkan untuk melawan kapal kecil, ancaman asimetris, dan target terbang rendah.
Sedangkan kemampuan peperangan bawah air, kapal didukung oleh dua peluncur torpedo tiga laras. Kapal juga diperkuat melalui dua sistem umpan, rangkaian peperangan elektronik, penerima peringatan laser, dan kemampuan antidrone khusus.
Rangkaian sensor pada HDF-6000 mencakup radar multifungsi, radar pengendali tembakan, dan sistem identifikasi kawan atau musuh.
Cakupan elektro-optik dan inframerah disediakan oleh sistem pelacakan elektro-optik dan sensor pencarian dan pelacakan inframerah, yang memungkinkan opsi deteksi dan penyerangan pasif.
Kesadaran bawah permukaan air didukung oleh sistem HMS dan TASS, yang terintegrasi ke dalam arsitektur manajemen tempur yang lebih luas untuk menyediakan deteksi dan pelacakan berlapis di berbagai domain.
Bagian belakang kapal dirancang untuk menampung satu helikopter kelas medium seperti Sikorsky MH-60R, platform yang banyak digunakan untuk misi antikapal selam dan keamanan maritim.
Selain itu, disediakan ruang untuk mengoperasikan hingga tiga drone helikopter S-300, memperluas jangkauan pengawasan, kapasitas penargetan, dan fleksibilitas operasional kapal. (RBS)

