Su-34M penyerang elektronik, berkapasitas lebih besar dari versi standar

Su-34Maksim Binov/Sputnik

AIRSPACE REVIEW (airspace-review.com) – Pada awal-awal terjadinya perang antara Rusia dan Ukraina yang dimulai sejak 24 Februari 2022, Rusia langsung kehilangan banyak alutsistanya.

Tak hanya alutsista darat seperti kendaraan-kendaraan tempur lapis baja yang dimakan oleh rudal antitank dari darat maupun dari udara menggunakan drone, namun juga jet-jet tempur Rusia banyak yang rontok oleh serangan rudal antipesawat.

Kesalahan Rusia tampak dari terburu-burunya melakukan penyerangan di saat Ukraina masih dalam kondisi siap dengan persenjataan dan pasukannya.

Kehadiran pesawat-pesawat tempur dan helikopter Rusia yang terbang rendah saat memasuki wilayah udara Ukraina pun seperti tindakan gol bunuh diri yang dilakukan Moskow.

Su-34 merupakan salah satu alutsista udara yang menjadi tumbal dari kecerobohan Rusia. Diakui oleh intelijen Barat, taktik bertempur Rusia kuno dan membingungkan. Penyerangan Rusia ke Ukraina tidak mencerminkan strategi perang modern.

Kini Rusia tampaknya sudah lebih berhati-hati dalam mengerahkan sistem persenjataan tempurnya, termasuk dalam pengerahan jet-jet tempur mereka.

Pesawat pembom, seperti Tu-22M3, pun dikerahkan secara hati-hati. Pesawat ini melakukan serangan bom maupun rudal dari jarak yang aman, bahkan dari luar wilayah udara Ukraina.

Belum lama ini diberitakan, Angkatan Dirgantara Rusia (VKS) telah mendapatkan pengiriman jet tempur Su-34M varian khusus yaitu versi serangan dan pengintaian elektronik.

Penambahan armada Su-34 sebenarnya telah masuk dalam program Kementerian Pertahanan Rusia, di mana VKS akan dilengkapi hingga 200 pesawat ini.

Pada akhir tahun 2021, jumlah Su-34 yang dimiliki VKS mencapai 124 unit.

Pesawat ini telah menjadi pesawat tempur paling populer di Kementerian Pertahanan Rusia dengan jumlah yang lebih besar memasuki layanan selama delapan tahun terakhir dibanding Su-30 dan Su-35.

Kemungkinan ke depannya, Su-24M juga akan menggantikan beberapa Tu-22M yang memiliki jangkauan sebanding dengan pesawat baru meskipun berukuran lebih kecil.

Sebagai salah satu turunan dari Su-27 Flanker, Su-34 mewakili varian yang paling banyak diubah karena perannya yang sangat berbeda. Mulai dari pengeboman jarak jauh, pertahanan udara penindasan, serangan rudal jelajah, dan misi antikapal.

Direktur Jenderal United Aircraft Corporation (UAC) Rusia Yuri Slyusar mengatakan, Su-34M memiliki kapasitas tempur dua kali lipat dari Su-34 standar.

Varian ini juga memiliki antarmuka khusus untuk tiga jenis sensor yang memaksimalkan kesadaran situasional termasuk pod UKR-RT untuk pencarian elektronik, pod kamera UKR-OE, dan UKR-RL yang mengintegrasikan radar aperture sintetis.

Kemampuan tempur udara ke udara juga akan ditingkatkan dengan integrasi senjata baru seperti rudal K-77M dari pesawat tempur Su-57.

Varian khusus dilengkapi dengan pod L700 Tarantul ECM. Berikutnya varian intelijen, pengawasan, dan pengintaian, akan menyusul bergabung dengan armada Su-34 lainnya.

-Poetra-

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *