USAF lirik ulang F-16, kemungkinan besar akan mengakuisisinya lagi

AIRSPACE REVIEW (airspace-review.com) – Setelah menghentikan pemesanan jet tempur F-16 dua dekade silam, Angkatan Udara AS (USAF) tampaknya kembali melirik jet tempur F-16 untuk meningkatkan kekuatannya.

Pekan lalu, USAF memberikan kontrak 10 tahun kepada Lockheed Martin untuk pemeliharaan jet tempur ini.

Namun, sumber menyebutkan, USAF juga berkemungkinan besar akan mengakuisisi lagi armada F-16. Kali ini dari jenis terbaru.

Hal itu dilaporkan pertama kali oleh Aviation Week. Disebutkan, USAF bisa jadi akan mengubah program akuisisi pesawat tempur modernnya.

Tanda-tanda untuk kembali memaksimalkan jet tempur generasi keempat, sebelumnya telah terlihat sejak Kongres AS memangkas pembelian jet tempur F-22 Raptor untuk USAF dari 749 unit menjadi 381 unit dan kemudian dipangkas lagi hanya menjadi 187 saja.

Setelah itu, F-15C/D yang digantikan oleh F-22 kembali diproduksi dengan varian yang lebih kekar dan mampu memuat persenjataan yang lebih banyak yaitu F-15EX. USAF telah mengajukan akuisisi sebanyak 144 unit pesawat ini untuk mengisi kebutuhan mendesak.

Sementara F-35 yang digadang-gadang akan menggantikan seluruh armada jet tempur generasi keempat khususnya F-16, malah mendapat pertanyaan besar sehubungan dengan biaya operasinya yang sangat tinggi serta pengembangannya yang masih membutuhkan biaya yang besar pula.

Baca Juga: Kilas Balik, Jenderal Keys: Saya Ingin 381 F-22 Raptor

USAF mengakui, jet tempur F-16 yang telah diproduksi lebih dari 4.500 unit dan dioperasikan oleh lebih 25 negara ini merupakan salah satu jet tempur terbaik di muka bumi.

Pesawat tempur multiperan supersonik bermesin tunggal ini awalnya dikembangkan oleh General Dynamics dan selanjutnya diproduksi oleh Lockheed Martin.

Lincah dan terbaik di kelasnya

Untuk pertempuran udara, F-16 sangat lincah dan memiliki radius tempur melebihi semua pesawat tempur di kelasnya.

Pesawat ini dapat menemukan target pada kondisi cuaca buruk sekalipun.

Dalam fungsi udara-ke-permukaan, F-16 dapat terbang sejauh 860 km dan meluncurkan persenjataan presisinya dan kembali ke pangkalannya.

Saat ini Lockheed Martin telah mengeluarkan jenis tercanggih F-16, yaitu F-16 Block 70/72 yang biasa disebut F-16 Viper (F-16V).

Pesawat ini telah diekspor ke sejumlah negara. Dapat dipastikan, F-16 terbaru yang akan diakuisisi untuk USAF tentunya memiliki spesifikasi yang lebih baik.

Apakah jet tempur generasi keempat akan kembali mendapatkan tempatnya dikarenakan mahalnya pengoperasian jet tempur generasi kelima? Kita tunggu perkembangan berikutnya.

Roni Sont

2 Replies to “USAF lirik ulang F-16, kemungkinan besar akan mengakuisisinya lagi”

  1. Heran pak bowo malah ngidam sama bekasan typhoon……🤔

    Padahal tinggal lanjutin rencana semula beli F-16 blok 70/72 sembari mengamati gimana biaya ops nya F-35 terjangkau atau tidak utk ukuran kita

  2. ya mungkin strategi pak Bowo, karna beliau tau China bakalan nyepelekan falcon kalo dipasang di Natuna, (ngeliat respons China ke falcon Taiwan) maka China harus dihadapi dgn burung besi yang bakalan berefek deterent mumpuni…salah satunya ya Thyphoon tadi, walo mungkin dari varian paling dasar

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *