Adu kuat tiga pembom siluman generasi baru: B-21, PAK DA, H-20

AIRSPACE REVIEW (airspace-review.com) – Kabar mengejutkan tersiar tiga tahun lalu di mana Angkatan Udara AS (USAF) bersiap untuk mengistirahatkan armada pesawat pembom B-1B Lancer dan B-2 Spirit.

Persiapan purnabakti pembom B-1B dan B-2 diumumkan secara resmi pada 12 Februari 2018 dalam pengajuan anggaran Gedung Putih untuk tahun fiskal 2019.

Mengutip laporan Aviation Week, pensiunnya kedua pesawat pembom strategis tersebut adalah untuk mendukung pendanaan program pembom baru B-21.

Rencana mengistirahatkan armada B-1B dan B-2 tidak main-main, karena USAF berencana membeli 100 unit B-21 dengan nilai mencapai 80 miliar USD, mencakup pesawat dan peralatan pendukungnya.

Khusus mengenai bomber siluman B-2, bisa dibilang usianya belum terlalu uzur. Pembom pertama berdinas pada 1 Januari 1997 dan sejak itu sebanyak 21 unit berdinas di USAF.

B-21 sang calon penerus B-2 ini juga dirancang dan dikembangkan oleh perusahaan Northrop Grumman yang memang piawai mendesain bomber sayap terbang (flying wing).

Pengembangan pembom yang resmi dijuluki Raider ini diumumkan tahun 2014 dalam program bertajuk LRS-B (Long Range Strike-Bomber).

Northrop Grumman dikabarkan tengah membangun dua prototipe B-21. Diharapkan pembom versi pra produksi telah siap operasional pada 2026-2027 dan beroperasi penuh tahun 2030.

Pembom B-21 RaiderUSAF

B-21 Raider.

Baik Northrop Grumman maupun USAF belum merilis spesifikasi B-21. Diperkirakan pesawat ini tetap diawaki dua kru seperti halnya pembom B-2 yakni pilot dan komandan misi.

Untuk senjata pamungkasnya, B-21 dapat menggotong bom pintar konvensional jenis JDAM (Joint Directed Attack Munitions) dan JASSM (Joint Air to Surface Standoff Missile). Sedangkan bom nuklir yang dibawa adalah B83 dan B61-13.

Siluman Rusia dan China

Sementara Amerika Serikat telah mengembangkan pembom siluman (stealth) strategis generasi kedua, maka dua negara adidaya lainnya Rusia dan China baru yang pertama.

AU Rusia mempercayakan pengembangan pembom siluman kepada biro desain Tupolev yang juga penghasil trio bomber andalan AU Rusia saat ini, Tu-22, Tu-95 dan Tu-160. Program ini dibalut dengan nama proyek PAK DA (Prospective aviation complex for long-range aviation).

Menurut laporan Izvestia, tiga prototipe PAK DA telah dibuat dan siap untuk pengujian pendahuluannya pada April 2023, dengan tes negara akan dimulai Februari 2026.

Diharapkan pembom PAK DA telah operasional tahun 2027. Dikabarkan AU Rusia hanya membeli dalam jumlah terbatas, dan masih mengandalkan varian upgrade Tu-160M2 untuk sementara waktu.

Parameter teknis PAK DA meliputi kecepatan subsonik, jangkauan operasional sejauh 12.000 km. Muatan senjata termasuk bom konvensional dan nuklir hingga 30 ton. Pesawat akan memiliki 4 orang awak.

PAK DA

PAK DA.

Negeri Naga menggeliat, China juga tak ketinggalan. Akan menjadi negara ketiga yang membuat sendiri dan memiliki pembom strategis siluman dinamai H-20.

Adalah Xian (anak perusahaan AVIC) yang juga pembuat pembom strategis konvensional H-6 untuk AU Tentara Pembebasan Rakyat China (PLAAF) dipercaya sebagai pembuatnya.

Tersiar kabar tahun lalu, prototipe H-20 akan diperkenalkan pertama kalinya dihadapan publik dalam gelaran Airshow 2020 China pada 10-15 November, namun akhirnya urung.

China sendiri menyimpan rapat-rapat informasi terkait pengembangan H-20 termasuk juga spesifikasinya.

Desain pembom H-20 akhirnya muncul pertama kali di sampul depan majalah internal perusahaan AVIC pada April 2021 lalu. Tampilannya bak B-2 Spirit tapi memiliki sirip ekor ganda.

H-20Isatimewa

H-20.

Informasi sementara beredar, pembom H-20 memiliki bobot terbang maksimum 200 ton dan mampu membawa muatan senjata 45 ton. Pesawat mampu terbang sejauh 8.050 km.

Hingga saat ini belum ada informasi kapan prototipe H-20 akan mengudara pertama. Namun demikian disebut-sebut versi produksi pertama H-20 akan masuk dinas untuk PLAAF pada 2025.

Rangga Baswara Sawiyya

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *