Pertama kali, Iron Dome cegat drone dalam pertempuran Israel-Hamas

AIRSPACE REVIEW (airspace-review.com) – Pertama kali, sistem pertahanan udara Kubah Besi (Iron Dome) milik Israel mencegat drone yang diluncurkan oleh kelompok militan Hamas dalam pertempuran saling balas pada 13 Mei 2021.

Pasukan Pertahanan Israel (IDF) mengatakan, sebanyak enam drone telah diluncurkan oleh Hamas dari Jalur Gaza sejak pertikaian meletus pada 10 Mei.

Perwira IDF menerangkan, intersepsi drone oleh Iron Dome ini sebagai sebuah kemajuan yang signifikan.

IDF memuji kemampuan baru Kubah Besi mereka selama setahun terakhir termasuk dalam latihan pertahanan udara yang mereka lakukan sebelum ini.

Dalam latihan tersebut, Iron Dome digunakan untuk menangkal berbagai ancaman di udara termasuk menjatuhkan sistem udara tak berawak.

Yedioth Ahronoth melaporkan, selain dijatuhkan oleh Kubah Besi, ada juga drone Hamas yang ditembak oleh jet tempur F-16 menggunakan rudal udara ke udara Python-5.

Sistem Kubah Besi buatan Rafael Advanced Defense Systems diakui telah melindungi rakyat dan bangsa Israel dari serangan-serangan roket Hamas.

Selama tujuh hari sejak pertikaian meletus pada 10 Mei lalu, Israel telah berhasil menangkal 3.000 roket yang diluncurkan oleh Hamas. IDF menyebut, efektivitas Kubah Besi dalam menangkal serangan roket-roket Hamas mencapai 90%.

Iron DomeIDF

IDF mengatakan, banyak roket Hamas tidak berhasil mencapai sasarannya, jatuh di area terbuka, atau jatuh di Jalur Gaza sendiri karena roket itu tidak berfungsi.

Seperti diberitakan Defense News, terhadap serangan drone, Israel memiliki beragam sebutan.

Israel menyebut Malatim untuk drone berukuran besar, Rakfanim untuk quadcopter, dan Kli Tais untuk drone yang digunakan Hamas.

RNS

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *