Jet latih T-5 Yung Yin, Si Elang Pemberani andalan Naga Kecil Asia

AIRSPACE REVIEW (airspace-review.com) – Setelah berhasil mengudara perdana pada 10 Juni 2020 lalu, prototipe pertama jet latih canggih (AJT) T-5 Yung Yin (Brave Eagle) buatan Aerospace Industrial Development Corporation (AIDC) Taiwan, kini siap diserahkan kepada Angkatan Udara Taiwan (RoCAF) untuk melaksanakan uji dan evaluasi operasional.

Hal itu telah diumumkan AIDC pada 2 Maret lalu, mengutip laporan Kantor Berita Militer Taiwan.

Di hari itu, Ketua AIDC Hu Kai-hung terbang dengan salah satu dari dua prototipe T-5 berkursi ganda, yaitu nomor 11001 dan 11002.

Usai terbang dengan pesawat itu, Hu menyatakan bahwa jet latih yang masih dalam bentuk prototipe ini telah menunjukkan performanya yang melebihi ekspektasi publik.

Prototipe pertama T-5 dikembangkan AIDC bekerja sama dengan Institut Sains dan Teknologi Nasional Chung-Shan (NCSIST). Prototipe pertama T-5 terbang perdana pada Juni 2020 diikuti dengan penerbangan prototipe kedua pada akhir Desember di tahun yang sama.

Setelah menjalani uji operasi dan evaluasi, nantinya jet latih berkursi tandem ini akan diproduksi massal untuk RoCAF.

Direncanakan, RoCAF bakal menerima 66 unit T-5 dengan kontrak senilai 2,2 miliar USD di tahun 2017 silam.

Ke depan, Si Elang Pemberani dari Naga Kecil Asia (julukan Taiwan) ini akan menggantikan jet latih AIDC AT-3 mulai 2026.

Selain membuat jet latih, AIDC juga akan memproduksi varian serang/tempur ringan untuk menggantikan F-5E/F Tiger II buatan Northrop, Amerika Serikat.

T-5 Yung Yin menggunakan dua mesin Honeywell/ITEC F124-200TW non-afterburning turbofan.

Poetra Mikoyan

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *