Ikut kompetisi pengadaan di Kanada, Gripen E hadapi F-35 dan Super Hornet

AIRSPACE REVIEW (airspace-review.com) – Didukung oleh pemerintah Swedia, industri pertahanan dan keamanan Saab dari Swedia, telah merespons permintaan pemerintah Kanada untuk mengajukan proposal penawaran jet tempur Gripen dalam kompetisi pengadaan jet tempur Angkatan Udara Kanada (RCAF).

Saab berkomintmen akan melaksanakan program industri bersama dengan Kanada dan membuka lapangan kerja sekaligus memberikan transfer teknologi terbaru kepada Ottawa.

Saab menawarkan Gripen E yang memiliki elemen desain avionik eksklusif yang dapat diperbarui secara cepat serta teknologi superior dalam menghadapi musuh.

Wakil Presiden dan Kepala Bisnis Aeronautika Saab, Jonas Hjelm, mengatakan dengan menggunakan Gripen E Royal Canadian Air Force akan memiliki pesawat tempur yang komplit.

Ia menjamin adanya transter teknologi, produksi pesawat di Kanada, dan dukungan penyempurnaan jangka panjang.

Saab menawarkan pembentukan tim Gripen untuk Kanada yang akan menggandeng IMP Aerospace & Defense, CAE, Peraton Canada, dan GE Aviation.

Hjelm mencontohkan kerja sama Saab dengan Embraer dari Brasil dalam pengembangan pesawat Gripen E/F untuk Angkatan Udara Brasil.

Kanada membutuhkan 88 unit jet tempur baru untuk menggantikan armada Boeing CF-18 Hornet. Ottawa telah menyiapkan anggaran sebesar 15-19 miliar dolar untuk pengadaan pesawat berikut perlengkapannya dalam program Future Fighter Capability Project.

Tiga industri pesawat akan berkompetisi dalam pengadaan ini, yaitu Saab dengan Gripen E, Lockheed Martin dengan F-35, dan Boeing dengan F/A-18E/F Super Hornet Block III.

Sementara dua industri dirgantara lainnya telah mengundurkan diri, yaitu Dassault dengan Rafale dan Eurofighter dengan Typhoon.

Proposal-proposal yang sudah masuk pada tenggat terakhir tanggal 31 Juli 2020 ini, selanjutnya akan dievaluasi selama dua tahun ke depan.

Diharapkan, kontrak dengan industri terpilih dapat ditandtangani tahun 2022. Pesawat pertama diharapkan dapat dikirimkan pada 2025.

Roni Sontani

One Reply to “Ikut kompetisi pengadaan di Kanada, Gripen E hadapi F-35 dan Super Hornet”

  1. Saya bingung kenapa Grippen E ngga masuk nominasi pemilihan pesawat tempur Indonesia ya? Padahal dari sisi harga, biaya operasional dan kinerja seperti nya lebih pas utk Indonesia.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *