Dua kali jatuh beruntun, tingkat keamanan F-16 masih cukup tinggi

F-16USAF

AIRSPACE REVIEW (airspace-review.com) – Belum lewat dua minggu sejak kecelakaan tragis yang menimpa jet tempur F-16CM Fighting Falcon dari 20th Fighter Wing yang berpangkalan di Shaw Air Force Base, South Carolina, sebuah F-16C Angkatan Udara Amerika Serikat (USAF) kembali jatuh di dekat Holloman Air Force Base, New Mexico, Amerika Serika pada Selasa (14/7/2020) pukul 12.00 waktu setempat. F-16C tersebut merupakan bagian dari 54th Fighter Group yang berpangkalan di Holloman AFB.

Seperti diberitakan 49th Fighter Wing melalui aku facebook-nya, pilot F-16 naas itu selamat setelah berhasil melontarkan diri (eject) dengan kursi pelontar dan hanya menderita luka ringan. Belum ada dugaan perihal penyebab kecelakaan tersebut.

F-16C/D Fighting Falcon yang berpangkalan di Holloman AFB, dekat Alamogordo, New Mexico itu dipakai untuk melatih para pilot USAF dan juga pilot-pilot F-16 negara lain dalam tahapan latih lanjut (pasca konversi).

Silabus yang diberikan di pangkalan yang sering disebut-sebut sebagai “kawah candradimuka”-nya pilot F-16 itu antara lain CAS (close air support), combat fighter maneuver hingga LFE (large force employment) atau pengerahan F-16 dalam skala besar.

Meski didera sejumlah kecelakaan fatal dalam setahun terakhir, F-16 Fighting Falcon masih tercatat sebagai jet tempur dengan tingkat keamanan dan keselamatan terbang yang cukup tinggi.

Hingga kini tercatat sekitar 900-an F-16C/D (varian “C” kursi tunggal, dan “D” tandem seater) masih menjadi tulang punggung jet tempur multi fungsi USAF.

Antonius KK

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *