Waktu pengerjaan dipercepat, China tingkatkan produksi JF-17 Thunder

AIRSPACE REVIEW (airspace-review.com) – China telah meningkatkan jumlah produksi jet tempur FC-1 Xiaolong (Fierce Dragon) atau yang lebih dikenal dengan kode JF-17 Thunder. Pesawat ini dikembangkan oleh Chengdu Aircraft Corporation (CAC) bekerja sama dengan Pakistan Aeronautical Complex (PAC).

Menurut laporan perusahaan, jumlah pesawat yang berhasil dikirimkan kepada pelanggan tahun ini merupakan yang terbanyak dalam lima tahun terakhir.

Pakistan merupakan pengguna utama Joint Fighter (JF)-17. Sementara Myanmar merupakan negara pertama di kawasan Asia Tenggara yang menggunakan jet tempur ringan bermesin tunggal ini. Myanmar telah menerima enam unit dari 16 JF-17 yang dipesan.

Desember tahun lalu, CAC/PAC berhasil melaksanakan penerbangan perdana JF-17 Block 3 di Provinsi Sichuan, China.

Terhitung 30 Juni 2020, seperti Airspace Review kutip dari pemberitaan Global Times, CAC dan PAC telah mempersingkat masa produksi JF-17 lebih cepat 15 hari dibanding sebelumnya.

Pakistan menggunakan JF-17 untuk menggantikan peran A-5C, F-7P/PG, Mirage III dan Mirage IV. JF-17 dirancang dapat melaksanakan fungsi intersepsi, serangan sasaran darat, serangan sasaran laut, dan pengintaian.

Selain dilengkapi rudal udara ke udara dan udara ke darat, JF-17 juga dilengkali kanon laras kembar GSh-23-2 kaliber 23 mm.

Sementara untuk mesin, menggunakan WS-13 buatan pabrik Guizou atau RD-93 buatan pabrik Klimov, Rusia. Mesin turbofan ini mampu mendorong JF-17 di langit hingga kecepatan maksimum 1,6 Mach.

Di Pakistan pesawat JF-17 Thunder telah menjadi salah satu tulang punggung Pakistan Air Force (PAF), melengkapi armada F-16 Fighting Falcon.

Pakistan sendiri telah mampu memproduksi pesawat ini sebanyak 25 unit per tahun dengan kandungan lokal mencapai 58 persen.

Lebih dari 100 unit JF-17 telah dimiliki PAF, terdiri dari 70 JF-17 Block 1 dan 33 JF-17 Block 2. Kini PAF sedang menunggu JF-17 Block 3 yang dilengkapi dengan radar KJ-7A AESA (active electronically-scanned array) dan infrared search and trach (IRST). Radar KLJ-7A AESA dilaporkan mampu melacak 15 target di udara dan mengunci empat sasaran secara simultan.

Mesin baru yang digunakan pada JF-17 Block 3 juga berkekuatan lebih besar, yakni mampu mendorong jet tempur multiperan ini hingga kecepatan 2 Mach.

Tidak hanya diperkenalkan di tingkat regional, JF-17 juga sudah sering tampil secara dinamik di pameran kedirgantaraan bergengsi, Paris Air Show.

JF-17A Block 3 merupakan varian kursi tunggal yang telah ditingkatkan kemampuannya. Pesawat ini juga telah dilengkapi dengan sistem helmet-mounted display and sight (HMD/S) dan mempu membawa persenjataan canggih.

Pakistan menyebut varian ini sebagai pesawat tempur generasi 4++.

Roni Sontani

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *