Selandia Baru beli 5 C-130J plus simulator senilai 1 miliar dolar AS

AIRSPACE REVIEW (airspace-review.com) – Pemerintah Selandia Baru telah mengumumkan pembelian lima unit pesawat angkut militer C-130J Super Hercules untuk Angkatan Udara Selandia Baru (RNZAF) senilai kurang lebih 1 milar dolar AS atau tepatnya 990,6 juta dolar AS.

Pembelian pesawat buatan Lockheed Martin dari Amerika Serikat ini sebagai realisasi dari keputusan Wellington untuk mencari pengganti armada C-130H Hercules tahun lalu.

Menteri Pertahanan Selandia Baru Ron Mark kepada media mengatakan, keputusan untuk memilih C-130J Super Hercules sebagai pengganti C-130H Hercules telah ditetapkan tahun lalu.

“Tahun lalu kantor pemerintah telah memilih pesawat ini sebagai opsi pilihan untuk mengganti armada Hercules. Akuisisi Super Hercules merupakan prioritas kapasitas tertinggi saya sebagai Menteri Pertahanan,” ujarnya pada Jumat, 5 Juni 2020.

Dikatakan, kontrak pembelian C-130J termasuk dengan pengadaan simulator pesawat ini, infrastruktur sistem pendukung, dan paket pelatihan awak pesawat.

Pengadaan lima C-130J dilakukan oleh Selandia Baru melalui mekanisme Foreign Military Sales (FMS).

Untuk diketahui, RNZAF saat ini masih mengoperasikan 5 C-130H Hercules dengan usia pakai telah mencapai lebih 50 tahun. Tiga unit C-130 merupakan buatan tahun 1965, sedangkan dua unit lagi buatan tahun 1969.

Menurut catatan Airspace Review dari Lockheed Martin, C-130H Hercules mulai digunakan di dinas militer tahun 1965. Sebanyak 1.202 unit C-130H berhasil dikirimkan oleh Lockheed kepada para pembelinya.

Selain pembelian C-130J Super Hercules, Wellington juga telah menyetujui 21 juta dolar AS untuk memperbarui sistem pada helikopter NH90 yang digunakan oleh RNZAF.

Pengiriman C-130J kepada Selandia Baru akan dilaksanakan oleh Lockheed Martin mulai tahun 2024. Seluruh lima unit C-130J yang dibeli diharapkan dapat beroperasi penuh pada 2025.

Roni Sontani

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *