M50, masker multifungsi andalan pasukan militer dunia

AIRSPACE REVIEW (airspace-review.com) – Wabah virus corona baru 2019 (COVID-19) yang menjangkiti dunia membuat kehebohan. Tidak ketinggalan Indonesia yang dua warga negaranya dinyatakan positif terkena virus ini. Informasi ini disampaikan langsung oleh Presiden Joko Widodo pada 2 Maret lalu.

Warga segera memburu masker medis biasa hingga masker kategori N95 untuk melindungi diri agar tidak terjangkit oleh COVID-19. Imbasnya, persediaan masker menjadi langka dan harganya pun ikut meroket.

Padahal, Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) menuturkan jika yang membutuhkan masker adalah orang yang menderita sakit saja. Sehingga, orang yang tidak sakit atau sehat tidak membutuhkan masker.

Mungkin sebagian dari pembaca Airspace Review ada yang belum mengetahui, jika dalam dunia militer pun juga terdapat masker dengan spesifikasi lebih tinggi dibanding N95.

Amerika Serikat (AS) sebagai salah satu negara dengan kekuatan militer paling disegani di dunia, melengkapi setiap personel militernya dengan peralatan tempur kelas wahid. Tidak ketinggalan dengan masker yang digunakan dalam pertempuran Nuklir, Biologi, dan Kimia (NBC).

M50 atau JSGPM (Joint Service General Purpose Mask), adalah masker tempur terbaru yang dimiliki militer AS.

A US soldier wears a gas mask during a competition to test individual skills at a US Army base in Uijeongbu, north of Seoul, on July 8, 2015. The goal of the competition is to foster esprit de corps across the units participating and to continue to strengthen the US-South Korea alliance. AFP PHOTO / JUNG YEON-JE

Masker ini menawarkan proteksi yang lebih tangguh daripada masker yang digunakan dalam dunia medis. Bagaimana tidak, bahan karet Chlorobutyl membuat masker full face ini nyaman digunakan dan menawarkan gerak yang fleksibel.

Tabung filternya pun didesain sangat kompak, sehingga tidak mengganggu pergerakan personel yang menggunakan.

M50 juga dapat digunakan ketika personel militer menggunakan helm tempur, tanpa harus melepaskan masker terlebih dahulu.

M50
USAF

Seperti kita ketahui, salah satu permasalahan menggunakan masker full mask adalah kesulitan jika ingin minum.

Namun demikian, M50 menawarkan akses yang mudah bagi pengguna. Pada masker ini terdapat saluran selang kecil untuk tabung minum tanpa harus melepas masker.

Menggunakan masker full mask terasa sangat mengganggu karena daya pandang yang terbatas. Namun kelebihan masker M50 justru daya pandangnya yang luas karena masker ini didesain agar pengguna memiliki situational awareness yang tinggi.

M50 juga dapat digunakan oleh personel saat membidik dari scope senapan atau pembidik termal.

duckgo

Soal daya tahan menghadapi ancaman NBC, tidak perlu diragukan lagi. Gas Mustard, Sarin, Soman, dan VX yang lebih mematikan dari corona pun bisa dilawan oleh M50.

Tidak hanya itu, masker ini juga didesain mampu menghadapi radiasi nuklir yang sangat mematikan. Menghadapi gas air mata atau pepper spray pun tidak diharamkan.

Bagi sobat AR yang ingin memiliki masker M50 ini, sebaiknya urungkan niat Anda. Avon Protection System tidak melepas masker ini untuk pembeli sipil.

M50
USMC

Perlu sobat AR ketahui, Avon System sudah sangat lama berkecimpung dalam dunia masker proteksi. Mungkin pembaca mengenal Operation Nimrod yang digawangi oleh pasukan SAS.

Jika sobat AR jeli, para pasukan SAS menggunakan masker berwarna hitam pekat. Ya, masker itu adalah produk buatan dari Avon System.

JRN

editor: ron

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *