Pesawat amfibi Be-200ES pesanan AL Rusia terbang perdana

AIRSPACE REVIEW (airspace-review.com) – Pada 14 Februari 2020 lalu, Beriev Aircraft Company (BAC) berhasil melaksanakan penerbangan perdana pesawat amfibi multiperan baru pesanan Penerbangan Angkatan Laut Rusia.

Semula pesawat jenis Be-200ES (dikenal juga sebagai Be-200ChS) ini semestinya telah diserahkan pada Desember 2019 silam, namun sedikit bergeser dari target.

Seperti dilaporkan Zvezda News, pengadaan Be-200ES ini merupakan bagian dari program modernisasi Penerbangan AL Rusia kedua tahun 2021-2030. Di dalamnya termasuk pengadaan drone intai untuk Penerbangan AL Rusia.

Disebutkan pula, pengembangan helikopter amfibi baru pengganti Mi-14 akan dijalankan pada program moderenisasi ketiga tahun 2031-2050.

Be-200ES akan ditugaskan untuk melakukan misi pencarian dan penyelamatan (SAR). Pesawat dapat diubah dengan cepat menjadi pesawat pemadam kebakaran dari udara.

Versi Be-200ES terbaru ini telah menggunakan perangkat avionik modern. Salah satunya ARIA 200-M. Pesawat juga menggunakan komponen buatan dalam negeri secara maksimum guna menggantikan produk Barat.

Be-200ES berdimensi panjang 32 m, rentang sayap 32,8 m, dan tinggi 8,9 m. Berat maksimum tinggal landas (MTOW) di darat mencapai 41.000 kg, sedangkan di atas air 37.900 kg.

Be-200ES
Beriev

Sebagai penggerak Be-200ES dibekali sepasang mesin turbofan Progress D-436TP masing-masing berdaya 73.55 kN. Kecepatan maksimumnya 700 km/jam, ketinggian terbang hingga 8.000 m dan jangkuan 2.100 km.

Pesawat Be-200ES diawaki dua orang dan dapat membawa 44 penumpang dalam misi transportasi. Muatan barang kargo mencapai 7.500 kg atau busa cair pemadam seberat 12.000 kg.

Dirunut dari sejarahnya, Be-200 mulai dikembangkan tahun 1990-an setelah Uni Soviet runtuh. Pesawat yang dijuluki sebagai ‘Altair’ ini menjalani penerbangan perdananya pada 24 September 1998.

Sebanyak 15 pesawat telah diproduksi sejak 2003. Dua di antaranya dimiliki Beriev sendiri, selusin digunakan oleh Kementerian Situasi Darurat (MES) Rusia, dan satu unit oleh MES Azerbaijan.

Beriev
Beriev

Beriev juga telah menerima pesanan ekspor dari Asesorias CBP Ltd, Chili sebanyak dua unit. Kemudian dua unit dari perusahaan Energy Leader Group, China serta empat unit dari Seaplane Global Air Services, Amerika Serikat.

Indonesia sendiri pernah dua kali kedatangan Be-200 untuk membantu pemadaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Pulau Sumatera dan Kalimantan.

TNI AU diberitakan pernah melirik Be-200 meski akhirnya Jakarta memilih amfibi serbaguna CL-451 EAF buatan Viking Air Kanada.

Rangga Baswara Sawiyya

editor: ron raider

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *