Marak ancaman drone mini, Rusia ciptakan radar gelombang submilimeter

AIRSPACE REVIEW (airspace-review.com) – Drone atau pesawat tanpa awak terus berkembang dan menjadi wahana lazim di era teknologi maju. Drone dibuat dalam beragam ukuran, dari ukuran besar hingga ukuran mini yang sulit terdeteksi.

Drone mini umumnya digunakan sebagai drone intai untuk mengumpulkan data-data intelijen dari udara tanpa diketahui oleh pihak lain.

Hal ini karena ukurannya yang kecil dan terbang di ketinggian rendah yang tidak terdeteksi radara.

Menyikapi fenomena yang terjadi, RTI Joint Stock Company, pengembang dan produsen teknologi tinggi menciptakan radar baru yang beroperasi dalam rentang frekuensi terahertz. Radar ini dirancang mampu mendeteksi drone dengan ukuran terkecil.

CEO RTI Pavel Laptayev kepada TASS menyatakan, radar berteknologi terahertz dengan panjang gelombang radio di bawah satu milimeter akan dibuat dalam waktu lima tahun ke depan.

Radar ini mampu mendeteksi drone terkecil yang beroperasi di ruang udara dan kemudian mengidentifikasi bentuk, bahan, kecepatan, dan lintasannya.

Drone berukuran kecil yang tidak tertangkap radar sangat berbahaya apabila dilengkapi bahan peledak. Penyerangan terhadap dua kilang minyak Saudi Aramco di Arab Saudi pada 14 September 2019 membuktikan bahanya drone bersenjata.

Ledakan dan kebakaran yang disebabkan oleh serangan tersebut telah membuat produksi harian perusahaan minyak terbesar di dunia itu turun dari 9,8 juta barel per hari menjadi 4,1 juta barel.

Roni Sontani

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *