Puslitbang TU bekali peneliti dengan kemampuan analisis kotak hitam

AIRSPACE REVIEW (airspace-review.com) – Pusat Penelitian dan Pengembangan Transportasi Udara (Puslitbang TU) Balitbang Perhubungan Kementerian Perhubungan membekali para penelitinya dengan kemampuan analisis kebijakan melalui pendekatan sistem pemodelan dinamik.

Seperti diketahui, untuk menghasilkan kebijakan yang optimum diperlukan alat perangkat analisis yang komprehensif dalam bentuk studi teknokratik yang dapat dipertanggung jawabkan secara ilmiah.

Pendekatan metodologi yang digunakan dalam suatu karya ilmiah dapat dikelompokkan ke dalam dua kategori, yaitu pendekatan kotak hitam (black box) dan pendekatan struktural.

Pendekatan kotak hitam didasarkan pada syarat ketersediaan data.

“Secara implisit pendekatan kotak hitam mengkaji suatu fenomena menurut cara berpikir satu arah (sebab terhadap akibat, lateral thinking),” ujar Dr. Tasrif di Bandung, Selasa, 21 Januari.

Lebih lanjut dikatakan, dalam pendekatan struktural fokus studi penelitian tidak pada data. Melainkan pada struktur fenomena dan perilakunya. Pendekatan ini didasarkan pada paradigma sistem berpikir.

Dalam hal ini dikenal suatu paradigma yang menyatakan bahwa suatu perubahan (perilaku atau dinamika) dimunculkan oleh suatu struktur unsur-unsur pembentuk yang saling bergantung (interdependent).

Sistem dinamika merupakan strategi yang cocok untuk menjawab pertanyaan penelitian “how” dan “why” dalam pendekatan struktural.

Puslitbang TU di SDBB
Puslitbang TU Kiri ke kanan: Capt. Novyanto Widadi, Dr. Tasrif, dan Ikhsan Amin.

Presiden Direktur DATC Ikhsan Amin pada kesempatan yang sama menyatakan, System Dynamic Bandung Bootcamp (SDBB) merupakan wahana litbang keilmuan system dynamics di Indonesia yang mendapat pembinaan langsung dari Massachusetts Institute of Technology (MIT) dan sebagai Ref. Venana System Amerika Serikat untuk Indonesia.

Sinergi Dirgantara Puslitbang Transportasi Udara dengan SDBB ini digagas oleh Kapuslitbang Transportasi Udara Capt. Novyanto Widadi, S.AP., M.M.

Capt. Novyanto berharap, dengan adanya sinergi ini diharapkan para peneliti Puslitbang TU mampu menggunakan metodologi system dynamics dengan fenomena kompleks secara mandiri.

Roni Sontani

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *