Malaysia Airlines tangguhkan pengiriman 25 pesawat 737 MAX dari Boeing

AIRSPACE REVIEW (airspace-review.com) – Malaysia Airlines (IATA: MH) telah memutuskan untuk menangguhkan pengiriman 25 unit pesawat 737 MAX 8 dari Boeing. Penangguhan dilakukan karena adanya penghentian produksi 737 MAX 8 dan keterlambatan kembalinya pesawat ini ke layanan penerbangannya.

Sebelumnya, pada Juli 2016 MH telah memesan 25 unit 737 MAX 8 kepada Boeing senilai 2,75 miliar dolar AS. Pemesanan itu bahkan ditambah opsi tambahan sebanyak 25 unit berupa 737 MAX 8 dan 737 MAX 9 dengan nilai kontrak yang sama sehingga total bernilai 5,5 miliar dolar AS.

Namun sejak Maret tahun 2019, 737 MAX 8 telah mendapatkan larangan terbang dari Administratur Penerbangan Federal (FAA) akibat dua kecelakaan yang dialami Lion Air dan Ethiopian Airlines.

Penundaan pengiriman pesawat atas permintaan MH membuat Boeing makin terpuruk.

Dalam sebelas tahun terakhir, pemesanan dan pengiriman pesawat komersial Boeing anjlok. Posisi Boeing pun kini berada di bawah rival terkuatnya Airbus.

MH dalam pernyataan melalui surat elektronik kepada Boeing seperti diberitakan Reuters, tidak menyebutkan kapan menginginkan pengiriman pesawat 737 MAX dilaksanakan.

Padahal sebelumnya, MH telah menjadwalkan dapat menerima pengiriman lima unit 737 MAX 8 dimulai pada Juli tahun ini.

Sementara itu, Boeing dalam sebuah kesempatan menyatakan permohonan atas gangguan yang terjadi pada 737 MAX.

“Kami berupaya dengan segala cara bagi semua pelanggan kami untuk memastikan kepercayaan penuh kepada 737 MAX dan mengembalikan lagi pesawat ini kepada penerbangan komersialnya yang aman,” kata Boeing.

Boeing 737 max 8
Boeing Boeing 737 MAX 8.

Tanggapan berbeda disampaikan analis terhadap masalah ini. Menurut analis, MH yang sedang kesulitan keuangan akibat dua tragedi besar yang menimpa pesawatnya yaitu Penerbangan MH170 dan MH17, sebenarnya diuntungkan dengan adanya perintah grounded terhadap 737 MAX 8.

Karena dengan begitu, ujarnya, MH dapat bernegosiasi dengan Boeing dan merestrukturisasi ulang pesanannya.

Hal yang sama telah dilakukan oleh Virgin Australia tahun lalu yang menunda pesanan 737 MAX selama hampir dua tahun untuk mengurangi belanja modal perusahaan.

Roni Sontani

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *