Irak percepat pengadaan sishanud S-300 dari Rusia

AIRSPACE REVIEW (airspace-review.com) – Irak mempercepat pengadaan sistem pertahanan udara (sishanud) S-300 dari Rusia menyusul serangan rudal Iran terhadap dua pangkalan militernya yang digunakan untuk menampung pasukan Amerika Serikat (AS).

Hal itu dikatakan oleh Kepala Komite Pertahanan dan Keamanan Parlemen Irak Mohammed Ridha seperti dikutip Ria Novosti.

“Irak telah memulai kembali perundingan mengenai pembelian S-300 dengan Rusia. Kita seharusnya sudah membelinya. Saya tidak tahu sampai tahap mana pembicaraan saat ini sedang berlangsung, tetapi hal itu pasti telah disetujui oleh pemerintah Irak,” ujarnya.

Seperti diketahui, pada 7 dan 8 Januari Teheran meluncurkan serangan rudal terhadap dua pangkalan militer Irak, Ain al-Asad dan Irbil.

Peluncuran rudal dilakukan sebagai tindakan balasan atas kematian Jenderal Qassem Soleimani akibat serangan pesawat tak berawak AS pada 3 Januari.

Sementara itu, AS dilaporkan berusaha mencegah Irak untuk membeli sistem pertahanan udara dari Rusia.

Diketahui, saat ini lebih dari 50 persen persenjataan Irak berasal dari Rusia. Ridha mengatakan, persenjataan dari Rusia lebih murah dan lebih dapat diandalkan.

Slovak S-300
Wikimedia Sistem pertahanan udara S-300 milik Slowakia.

“Di antara persenjataan yang ingin diganti adalah sistem pertahanan udara yang lama,” tekan Ridha.

Mei tahun lalu, Duta Besar Irak untuk Rusia Haidar Mansour Hadi mengatakan Irak berniat membeli sistem pertahanan udara S-400 Triumf, tetapi tidak menyebutkan kerangka waktu untuk menentukan kesepakatan itu.

S-300 (NATO: SA-10 Grumble) merupakan sistem pertahanan udara jarak jauh buatan JSC NPO Almaz sekaligus menjadi induk bagi sishanud turunannya seperti S-300VM, Antey 2500, dan S-400.

Digunakan oleh Uni Soviet sejak tahun 1979, S-300 dirancang untuk melindungi fasilitas-fasilitas penting dari serangan rudal maupun pesawat musuh. Rudal ini memiliki jangkauan mulai dari 5 km hingga 200 km.

Roni Sontani

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *