Erdogan ancam bekukan keanggotaan Swedia dan Finlandia di NATO

Recep Tayyip Erdogan_Adem Altan/AFP

AIRSPACE REVIEW (airspace-review.com) – Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan pada hari Senin memperbarui ancamannya untuk membekukan proses keanggotaan NATO dari Swedia dan Finlandia, kecuali jika aliansi militer itu mematuhi persyaratan Ankara.

Pada pertemuan puncak NATO di Madrid pada akhir Juni, Erdogan telah meminta kedua negara untuk melakukan peran mereka dalam perang melawan terorisme. Erdogan menuduh kedua negara menyediakan tempat berlindung bagi militan Kurdi yang dilarang.

Berbicara menjelang pertemuan puncak trilateral antara Turki, Rusia, dan Iran, Erdogan mengatakan kepada wartawan mengenai ancamannya tersebut.

 “Saya ingin menegaskan sekali lagi bahwa kami akan membekukan proses jika negara-negara ini tidak mengambil langkah-langkah yang diperlukan untuk memenuhi persyaratan kami,” ujarnya.

Ia menambahkan bahwa Swedia tidak memiliki citra yang baik tentang hal itu.

Pada awal Juli, NATO telah memulai prosedur aksesi untuk Swedia dan Finlandia setelah kesepakatan dicapai dengan Turki.

Erdogan menuduh kedua negara sebagai surga bagi gerilyawan Kurdi, secara khusus menyoroti Partai Pekerja Kurdistan (PKK) yang dilarang yang telah ia coba hancurkan dan karena mempromosikan terorisme.

Di Washington, Juru Bicara Departemen Luar Negeri Ned Price tidak menanggapi secara langsung ketika ditanya tentang pernyataan Erdogan.

Ia mengatakan bahwa Turki, Finlandia, dan Swedia menandatangani memorandum trilateral di Madrid untuk memulai proses aksesi keanggotaan NATO bagi Finlandia dan Swedia.

“Amerika Serikat akan terus bekerja dengan ketiga negara itu untuk memastikan bahwa proses dan ratifikasi aksesi ini – di sini dan di seluruh dunia – secepat dan seefisien mungkin,” ujarnya.

-Poetra-

You may also like...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *