Korea Selatan terima drone jenis HALE, RQ-4B Global Hawk

AIRSPACE REVIEW (airspace-review.com) – Jenis drone yang lebih tinggi kelasnya dari MALE (medium-altitude long-endurance) adalah HALE (high-altitude long-endurance). Salah satu jenis drone HALE ini adalah QR-4B Global Hawk RPA (remotely-piloted aircraft) buatan Nortrhop Grumman, Amerika Serikat.

Pesawat tanpa awak ini pula yang dilaporkan telah diterima oleh Angkatan Udara Korea Selatan (ROKAF). RPA pertama RQ-4B Block 30 dari empat pesanan Seoul tahun 2011 telah mendarat di Pangkalan Udara Sacheon, Provinsi Gyeongsang Selatan pada 23 Desember 2019 lalu.

Seperti diberitakan The Korea Herald, ROKAF menyatakan bahwa tiga pesawat berikutnya akan diterima pada tahun ini (2020). Tidak disebutkan, akan ditempatkan di mana HALE RPA ini nantinya.

Global Hawk mampu terbang hingga ketinggian maksimum 20 km (65.600 kaki) atau di atas kemampuan penerbangan jet komersial. Ketinggian ini bahkan di atas kemampuan rata-rata penerbangan pesawat jet tempur berawak.

Global Hawk digunakan untuk mengumpulkan data-data intelijen, melakukan pengawasan dari udara, dan misi pengintaian (ISR). Pesawat dilengkapi dengan kamera resolusi tinggi synthetic aperture radar (SAR) dan kamera elektro-optik/inframerah (EO/IR) jarak jauh. Sehingga, wahana ini sering disebut juga sebagai RPSA (remotely-piloted surveillance aircraft).

Jangkauan penerbangan Global Hawk menccapai 3.000 km. Misi pengintaian dari ketinggian 20 km dapat dilaksanakan selama 40 jam dalam satu kali penerbangan. Wahana ini dapat mengidentifikasi sebuah benda berdiameter 30 cm dengan jelas yang berada di daratan/permukaan dari ketinggian terbangnya.

ROKAF-Global-Hawk
Harry Boone/Twitter Kedatangan RQ-4B Global Hawk pesanan Korea Selatan.

Pembelian empat RQ-4B Global Hawk oleh Korea Selatan disinyalir sebagai bentuk penguatan wahana pengintaian udara untuk menghadapi krisis di Semenanjung Korea dengan Korea Utara.

RQ-4B Global Hawk terbang perdana pada 28 Februari 1998. Selain digunakan oleh Angkatan Udara Amerika Serikat (USAF) dan ROKAF, RPA ini juga digunakan oleh NASA dan NATO.

Jepang pada 2018 turut memesan tiga Global Hawk yang jadwal pengirimannya akan dimulai pada 2022.

Roni Sontani

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *