Di hari terakhir 2019 Airbus masih dapat pesanan 18 A320neo

AIRSPACE REVIEW (airspace-review.com) – Kemasyhuran A320neo sebagai produk terbaru Airbus di kelas pesawat jet komersial lorong tunggal makin tak tergoyahkan setelah rival utamanya 737 MAX dari Boeing menghadapi masalah pelik dan mendapatkan larangan terbang dari FAA sejak Maret 2019.

Keluarga A320neo pun praktis menjadi satu-satunya pilihan terbaik para operator penerbangan saat ini untuk melayani rute-rute penerbangan regional. Beberapa menggunakannya untuk penerbangan biaya rendah jarak jauh.

Menutup tahun 2019, pada 31 Desember, perusahaan penyewaan pesawat yang berkantor pusat di Singapura yaitu BOC Aviation, mengumumkan penandatanganan dengan Airbus untuk pemesanan 18 unit keluarga A320neo.

Dijadwalkan, perusahaan asal China ini akan mendapatkan kiriman pesawatnya pada 2022-2023.

BOC Aviation merupakan anak perusahaan dari Bank of China. Hingga akhir 2019 perusahaan yang didirikan pada 1993 ini disebut telah memiliki portofolio 509 pesawat termasuk 37 keluarga A320neo.

Sebelum ini, BOC Aviation juga telah melakukan pemesanan 58 A320neo kepada Airbus. Perusahaan penyewaan ini merupakan yang terbesar di Asia dalam hal jumlah pesawat yang dimiliki.

Di lamannya BOC Aviation menulis, per 30 September 2019 pihaknya memiliki 345 pesawat dan melayani 92 maskapai di 40 negara/wilayah.

Selain di Singapura, BOC Aviation memiliki kantor perwakilan di Dublin, London, New York, dan Tianjin.

Roni Sontani

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *