Progres Drone MALE Nasional Garapan PTDI

AIRSPACE REVIEW (airspace-review.com) – Dalam kunjungan kerja Menteri Riset & Teknologi Republik Indonesia Bambang Brodjonegoro ke PT Dirgantara Indonesia (PTDI) Kamis (12/12), terlihat foto penampakan drone baru yang berdampingan dengan drone Wulung.

Bikin penasaran tentunya, karena PTDI memang tak menyebutkan atau memberi keterangan mengenai keberadaan drone berlabur warna hijau pucuk yang diunggah di media sosialnya tersebut .

Tim Airspace Review (AR) tahun lalu pada 9 Juli 2018 pernah menyambangi PTDI. Salah satu liputan kala itu adalah mengenai proyek Drone Nasional kelas MALE (Medium-Altitude Long-Endurance).

Nah, untuk mendapatkan informasi terkini mengenai proyek Drone Nasional ini, AR kembali menghubungi Nainar selaku Project Engineer PUNA PTDI yang menjadi nara sumber wawancara saat itu.

“Benar, itu airframe dibuat PTDI bekerja sama dengan BPPT dan Balitbang Kemhan di mana BPPT berkontribusi dalam structure design lebih dari 70%,” ujarnya.

Pengembangan drone MALE ini memang sedikit mundur dari target awal. Semula direncanakan terbang perdana antara tahun 2019-2020, namun bergeser ke kisaran akhir 2020 atau awal 2021.

Drone MALE PTDI
PTDI

Seperti diketahui, pengembangan Pesawat Terbang Tanpa Awak (PTTA) atau Pesawat Udara Nir Awak (PUNA) MALE ini mulai dicanangkan pada 2015 silam yang merupakan tindak lanjut dari kesuksesan proyek PUNA/PTTA Wulung untuk TNI AU.

Proyek Drone MALE Nasional ini dijalankan oleh tim yang sama seperti proyek Wulung. Yaitu kolaborasi antara Kementerian Pertahanan, TNI AU, PTDI, BPPT, PT LEN Industri, dan Institut Teknologi Bandung (ITB).

Wulung durasinya hanya empat jam dan berperan sebagai drone pengawasan (surveillance) saja. Sedangkan drone MALE dapat beroperasi selama 24 jam dan menjalankan misi ISR (intelligence, surveillance, reconnaissance) penuh.

Diungkapkan, drone MALE akan dibangun dalam empat fase atau yang disebut sebagai ‘Block’. Pertama adalah Block O, lalu Block L, Block D, dan terakhir Block C.

Wulung dan MALE
PTDI

Pada fase awal atau Block O (O=kosong), drone belum dilengkapi sistem misi. Fase ini adalah pembuktiaan konsep (proof of concept) apakah pesawat bisa terbang sesuai dengan target atau kinerja yang ditentukan sebelumnya.

Lalu fase ke-2 atau Block L (L=LEN) mulai menerapkan sistem misi yang dikembangkan oleh PT LEN Industri.

Selanjutnya Block D (D= Data link-BLOS), drone mulai dilengkapi sistem terkait dengan perannya sebagai pesawat ISR. Terakhir Block C (Combat) dimana drone akan dipersenjatai.

Nainar
Roni Sontani

Dalam Block O dan Block L, sistem roda pendarat drone masih belum dimasukkan ke dalam badan pesawat (fixed landing gear). Namun, pada tahap ke-3 dan ke-4 sistem roda sudah dirancang masuk ke dalam (retractable landing gear) yang juga akan meningkatkan aerodinamis pesawat.

Di kelasnya, drone MALE PTDI yang belum memiliki nama julukan ini akan bersaing dengan drone dari luar seperti CH-4 Rainbow dari China, lalu Anka buatan Turki, dan Shahed 129 dari Iran.

Rangga Baswara Sawiyya

Catatan: Tulisan ini telah mengalami update pada Sabtu, 14 Desember 2019. Yaitu mengenai kutipan dan tim yang terlibat dalam pembuatan Drone Male ini. Terima kasih.

editor: ron raider

One Reply to “Progres Drone MALE Nasional Garapan PTDI”

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *