UEA Pesan 24 Pesawat Serang Ringan Calidus B-250 Buatan Dalam Negeri

AIRSPACE REVIEW (airspace-review.com) – Untuk pertama kalinya, Uni Emirat Arab (UEA) melakukan pembelian 24 pesawat serang ringan Calidus B-250. Hebatnya, ini adalah pesawat buatan dalam negeri UEA. Pembelian senilai 260 juta dolar AS ini diyakini dapat membuka pintu bagi potensi ekspor pesawat berjuluk Bader (Bahasa Arab: Bulan Purnama) ini.

Penandatanganan kontrak dilaksanakan di ajang Dubai Airshow 2019 di Dubai, UEA.

Calidus B-250 memiliki kemampuan multi. Baik sebagai pesawat dukungan udara dekat (CAS), kontra-gerilya (COIN), latihan dan pengumpulan intelijen, pengawasan dan pengintaian, hingga sebagai pesawat tempur ringan.

Mantan pilot Mirage 2000-9 UEA Saif Alkaabi yang saat ini menjadi Wakil Presiden Bidang Pemasaran Calidus mengatakan, B-250 dirancang dari awal sebagai pesawat serang ringan.

BACA  Sambangi Batalyon Legendaris, Pangkostrad Cek Kesiapan Pasukan Tengkorak Kostrad
Calidus B-250
Technodefesa

“Tidak seperti rival-rivalnya yang dirancang sebagai pesawat latih dan kemudian dikonversi menjadi pesawat untuk fungsi-fungsi yang lain, Calidus B-250 dari awal dirancang sebagai pesawat serang ringan,” ujar Alkaabi seperti dikutip Arabian Aerospace.

B-250 dibuat oleh Calidus pada 2015 setelah perusahaan ini membeli Novaer dari Brasil. Dua tahun kemudian, prototipe Calidus B-250 sudah dapat diperlihatkan kepada publik di ajang Dubai Airshow 2017.

Penampakan Bader sekilas sangat mirip dengan Super Tucano. Tidak mengherankan karena kedua pesawat tersebut sama-sama dirancang oleh orang yang sama. Dia adalah Joseph Kovacs, perancang pesawat dari Hungaria yang bekerja di Novaer.

Kokpit Calidus B-250
Collins Aerospace

Meski demikian, sebelum Kovacs merancang B-250, Calidus meminta agar Bader punya performa di atas Super Tucano. Dari sisi ukuran, Bader lebih besar namun berbobot lebih ringan dari Super Tucano. Pesawat ini pun mampu terbang lebih cepat dan dilengkapi dengan teknologi terbaru.

BACA  Terdeteksi Melalui Forensik Digital, F-22 Raptor Cari Mangsa di Suriah?

B-250 dengan batas gravitasi -3G dan +7G dapat beroperasi selama 12 jam. Pesawat ditenagai mesin Pratt & Whitney PT6A-68 turboprop dengan daya 1.600 shp dan menggunakan empat bilah propeler Hartzell.

Saat melakukan manuver pesawat dapat mencapai kecepatan terbang hingga 380 mph (611,5 km/jam)

B-250 Bader
Khaleej Times

Kelebihan lain Calidus B-250 adalah karena pesawat ini tidak terkena aturan International Traffic in Arms (ITAR). Sehingga, Amerika Serikat tidak dapat mengatur siapa saja yang boleh membelinya.

Calidus B-250 diprediksi akan menjadi salah satu pesaing berat Embraer A-29 Super Tucano maupun Beechraft T-6B Wolverine,

Roni Sontani

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *