C-130J Super Hercules Bukukan Dua Juta Jam Terbang

AIRSPACE REVIEW (airspace-review.com) – Pesawat angkut militer C-130J Super Hercules telah berhasil membukukan pencapaian akumulatif dua juta jam terbang sejak penerbangan pertamanya pada 5 April 1996 hingga akhir Juli 2019.

Lockheed Martin menyatakan, 22 operator dari 18 negara di seluruh dunia berkontribusi dalam pencapaian angka dua juta jam terbang C-130J.

Pengumpulan jam terbang ini, lanjutnya, diperoleh dari misi semua varian Super Hercules termasuk varian angkut, tempur, tanker, operasi khusus, medik udara, misi kemanusiaan, SAR, pemadaman api, pengintaian cuaca, hingga angkut logistik komersial.

C-130J
USAF

C-130J, kata Rod McLean Wakil Presiden dan Manajer Umum Mobilitas Udara & Misi Maritim Lockheed Martin, telah berhasil membuktikan reputasinya sebagai kuda beban dunia. Kemampuan pesawat ini, tambah dia, tak tertandingi.

Hingga saat ini C-130J sudah diproduksi lebih dari 400 unit. Pesawat ini digunakan oleh militer Amerika Serikat, Inggris, Australia, Italia, Denmark, Norwedia, Kanada, India, Qatar, Irak, Oman, Tunisia, Israel, Kuwait, Korea Selatan, Arab Saudi, Perancis, dan Bahrain.

C-130J
Lockheed Martin

Indonesia termasuk negara yang akan mengoperasikan C-130J. Kementerian Pertahaan Republik Indonesia telah memesan lima unit Super Hercules untuk digunakan oleh TNI Angkatan Udara.

Roni Sontani

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *